MASOHI, Siwalimanews – Dandempom XVI/2 Masohi, Letkol CPM Lodewiyk Malau, telah disahkan menjadi anak adat di Pulau Seram, yang berasal dari Negeri Paisine Yamalatu Waraka, Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah.

Pengesahkan Dandempom sebagai anak adat itu dengan diterimanya gelar anak adat Negeri Paisine Yamalatu Waraka, digelar dalam upacara adat Negeri Waraka yang dipimpin langsung Upu-Latu Negeri Waraka, Richard Lailossa, di Baileo besar Ina Ama Lagu Lailossate di Waraka, Selasa (15/12).

Selain itu, pengesahan anak adat kepada Dandempom XVI/2 Masohi ditandai dengan penyematan kain adat atau kain berang yang diikuti dengan tarian adat cakalele dan kapata oleh Upu-Latu dan tua tua adat Negeri Waraka.

Kepada Siwalima, Raja Waraka Richard Lailossa menegaskan acara peneguhan adat anak negeri yang dilakukan  oleh Upu-Latu Negeri Paisine Yamalatu Waraka bagi  Komandan POm XVI/2 Masohi saat ini telah dua kali dilaksanakan sejak Negeri Waraka ditetapkan sebagai negeri binaan Polisi Militer XVI/2 Masohi.

“Negeri Waraka adalah salah satu negeri Binaan POM Masohi, olehnya acara adat peneguhan anak adat yang ditandai dengan penyematan kain berang atau kain adat tadi adalah bentuk skaral adat bagi setiap anggota baru Polisi Militer XVI/2 Masohi. Tentu ini sebagai wujud dari kearifan lokal budaya adat Negeri Paisine Yamalatu Waraka untuk memberikan pengakuan yang meneguhkan sesorang sebagia anak adat negeri Waraka,” tandas Lailossa.

Baca Juga: Patroli Harkamtibmas Terus Digalakan

Dikatakan, dengan disematkannya kain berang yang adalah salah satu lambang kebesaran adat Maluku, maka j Letkol CPM Lodewiyk Malau telah resmi disahkan menjadi anak adat Negeri Paisine Yamalatu Waraka.

“Kami tegaskan mulai dari ini, Dandempom XVI/2 Masohi Letkol CPM Lodewiyk Malau telah sah menjadi anak adat di Pulau Seram yang berasal dari Negeri Paisine Yamalatu Waraka,” tegas Lailossa.

Dandempom XVI/2 Masohi, Letkol CPM Lodewiyk Malau dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Upu Latu Waraka yang telah meneguhkan dirinya serta seluruh jajaran sebagai satu kesatuan atau bagian yang tidak bisa dilepaspisahkan dari negeri Waraka yang adalah salah satu negeri adat di Maluku Tengah.

“Tentu kami bangga dan mengapresiasi langkah bijak yang dilakukan bapak Raja Waraka, hari ini yang telah meneguhkan dan mengakui kami sebagai anak Negeri Waraka. Tentu kami menghargai dan mengapresiasinya serta akan senantiasa menghormati nilai-nilai kearifan lokal, adat dan budaya selama melaksanakan amanat tugas dan pengabdian di Bumi Pamahanu-Nusa ini,” katanya. (S-36)