AMBON, Siwalimanews – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus, menggelar demontrasi di depan kantor Balai Kota Ambon Rabu (8/9) mempertanyakan program langit biru Pertamina.

Aksi HMI, GMNI, KAHMI, KMHD itu sebagai bentuk protes kepada Pemkot Ambon yang menaikan tarif angkutan umum pasca pemerintah menghapuskan premium dari SPBU. Aksi dimulai pukul 09.30 WIT sampai dengan pukul 14.22 IT.

Pantauan Siwalima hingga berakhir massa aksi, tidak satu pun pejabat Pemkot Ambon menengok maupun menerima para pendemo. Adapun terdapat tujuh point tuntutan dari pandemo itu. Pertama, mendesak Presiden Joko Widodo untuk men­cabut Perpres 69 tahun 2021 tentang penyediaan pendistribusian, dan harga jual eceran bahan bakar mi­nyak (BBM).

Kedua, meminta Walikota Ambon, Richard Louhenapessy untuk menstabilkan harga bahan pokok (sembako) akibat kenaikan harga angkot di Kota Ambon. Ketiga, meminta Walikota Ambon untuk menstabilkan harga angkutan kota (Angkot) di Kota Ambon.

Keempat, meminta Walikota Ambon untuk segera mencabut kebijakan yang tidak menguntungkan masyarakat Kota Ambon. Kelima, meminta DPRD Kota Ambon untuk mendesak walikota atas penghapusan premium dan kenaikan BBM di Kota Ambon.

Baca Juga: Walikota Ngaku Masih Kaji Sekolah Tatap Muka

Keenam, meminta dengan tegas walikota Ambon untuk mempertimbangkan pasal 28 C UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya demi meningkatkan kualitas hidupnya dan kesejahteraan untuk manusia, sehingga dengan adanya kenaikan harga BBM dianggap tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar setiap orang.

Ketujuh, meminta kepada DPRD untuk segera memanggil pimpinan cabang Pertamina  Ambon mengevaluasi program langit biru yang dicanangkan oleh Pertamina. Delapan,  apabila dalam waktu dekat tuntutan kami tidak digubris oleh alikota Ambon, maka dipastikan mahasiswa akan kembali dengan masa aksi cukup banyak tanpa ada kompromi.

“Kami juga mendesak presiden Joko Widodo untuk mencabut Perpes 69 tahun 2021 tentang penyediaan, pendistribusian, dan harga jual eceran BBM,” tegas sala satu orator, Halik Lapalelo.

Meski Ambon seharian diguyur hujan, tidak membuat semangat para pendemo ini surut. Buktinya usai menyampaikan aspirasi merka di Balai Kota, pendemo kembali melanjutkan aksinya di gedung Bailai Rakyat Belakang Soya Ambon. (S-52)