MASOHI, Siwalimanews – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Maluku Tengah saat sementara melakukan pendataan terhadap rumah warga di Kecamatan Pulau Haruku dan Leihitu yang mengalami kerusakan, akibat gelombang pasang yang disebabkan fenomena La Nina, Selasa (2/3) kemarin.

“Hari ini tim mulai melakukan pendataan di lapangan untuk mendata jumlah rumah warga yang alami kerusakan akibat bencana gelombang pasang Selasa kemarin,” ujar Kepala BPBD Malteng Latief Key kepada Siwalima di Masohi,Kamis (5/3).

Menurutnya, data yang diperoleh tim di lapangan ini, nantinya akan ditindak lanjuti dengan jumlah bantuan yang akan disalurkan.

“Paling lambat besok datanya sudah dapat dihimpun secara pasti. Data ini sangat diperlukan agar bantuan yang diberikan nanti tepat sasaran,” ucapnya.

Pihaknya kata Latief belum menyalurkan bantuan kepada masyarakat, dikarekan datanya belum terhimpun, begitupun kondisi lapangan belum dapat dipastikan, apakah dalam kondisi darurat seperti warga mengungsi dan lain sebagainya.

Baca Juga: Tukang Parkir Ditemukan Tewas di Depan Warkop

“Belum ada bantuan yang kita salurkan, karena kondisi darurat belum dilaporkan. Kondisi itu bisa berupa ada warga mengungsi akibat dampak itu, atau warga kekurangan bahan makanan dan lain sebagainya. Bantuan nanti akan disalurkan, setelah data dan situasi lapangan benar-benar terhimpun, Kita pastikan akan disalurkan besok, setelah data kita peroleh,” janjinya.

Ditempat terpisah, Camat Pulau Haruku M David Latuconsina menambahkan, gelombang pasang yang terjadi Selasa (2/3) kemarin sekitar pukul 14.25 WIT, menggenangi sejumlah rumah di Negeri Kabauw serta Tempat Pemakaman Umum di Negeri Haruku. Namun jumlah rumah yang rusak belum dihimpun secara pasti.

“Kemarin memang ada kejadian gelombang pasang yang kemudian melewati talud dan akhirnya menggenangi pemukiman warga di Kabauw serta TPU di Negeri Haruku Sameth,” Jelasnya.

Dikatakan, saat ini dirinya sementara mengikuti Diklat PIM III di Ambon, sehingga tidak dapat meninjau lapangan. Nmaun pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan BPBD serta pemerintah negeri untuk menghimpun data di lapangan.

Untuk diketahui, air pasanga disertai gelombang menghantam dan merendam puluhan rumah warga di pesisir Negeri Haruku, Kecamatan Pulau Haruku serta sejumlah Negeri di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Selasa (3/3).

Gelombang pasang air laut yang terjadi sekitar pukul 13.25 WIT itu, mengakibatkan puluhan rumah warga yang bermukim di pesisir pantai mengalami kerusakan.

Bencana alam yang terjadi akibat cuaca buruk disertai angin kencang itu, dibenarkan pihak BPBD Kabupaten Maluku Tengah.

Kepada Siwalimanews Kepala BPBD Malteng Latief Key, melalui telepon selulernya menjelaskan, pihaknya telah mendapat laporan dari dua kecamatan tersebut melalui Kepala Pemerintah Negerinya masing masing.

“Iya benar, kami telah mendapat laporan kejadian gelombang pasang dan angin kencang yang kini telah menimpah puluhan rumah di Leihitu dan Haruku,” tandasnya.

Dikatakan, gelombang pasang yang menerjang pesisir pantai sejumlah wilayah di Maluku Tengah sekitar pukul 13.25 WIT itu diperkirakan mencapai 2 meter lebih. Cuaca Ekstrim itu sambung Key dipicu Fenomena La Lina yang diperkirakan masih terus belangsung selama tahun 2021 ini.

“Ekstrimnya cuaca saat ini memang dipicu Fenomena La Lina. Jadi kami memperkirakan gelombang yang menghantam pesisir pantai sejumlah Negeri di Leihitu serta Negeri Haruku Sameth di Kecamatan Pulau Haruku mencapai lebih dari 2 meter,” ucapnya.

Saat ini kata Latief, BPBD Malteng sedang menyiapkan personel dan peralatan untuk turun ke lokasi di Negeri Haruku dan serta Negeri Wakal, Hitulama,dan Hitumesing untuk melakukan pendataan kerusakan akibat bencana itu.(S-36)