AMBON, Siwalimanews – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon mengeluarkan peringatan dini waspada potensi cuaca ekstrim yang terjadi di Wilayah Maluku.

Pasalnya, berdasarkan analisa adanya daerah belokan angin di wilayah Maluku yang terbentuk akibat adanya daerah tekanan rendah di timur laut Filipina,, serta kelembaban udara lapisan 850-700 mb yang cenderung basah (60-90%) mengindikasikan masih adanya peluang pertumbuhan awan hujan di wilayah Maluku, khususnya bagian selatan Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya,” ungkap Kepala BMKG stasiun Meterorologi Kelas II Pattimura, Kamari, di Ambon, Selasa (12/4).

Kamari menjelaskan, waspada cuaca ekstrim karena hujan dengan intensitas sedang lebat hingga sangat lebat disertai kilat/petir dan angin kencang sesaat pada 12 April 2022 akan terjadi pada Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, ,Kabupaten Maluku Barat Daya,

Sementara pada 13 April 2022 akan terjadi pada Kabupaten Buru, Buru Selatan ,Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya ,

“Kondisi yang sama akan terjadi pada 14 April di Kabupaten Maluku Tengah , Seram Bagian Barat, Buru, Buru Selatan ,Kepulauan Aru Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya,” ucapnya.

Baca Juga: Sambut Idul Fitri, Pemkot Gelar Pasar Murah

Untuk wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat kata Kamari, akan terjadi pada 12 April 2022 yakni Kota Ambon ,Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten buru. Sementara pada 13 April 2022, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur serta Kabupaten Kepulauan Aru.

” Untuk 14 April Kota Ambon dan Seram Bagian Timur juga akan mengalami kondisi yang sama,” tuturnya.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk yakni hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat/pctir disertai angin kencang mengakibatkan penurunan jarak pandang secara tiba tiba serta dampak bencana hidrometcorologi yang dapat terjadi, seperti banjir, tanah longsor, genangan air dan pohon tumbang

“Untuk itu kita himbau agar selalu memantau perkembangan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca eksitrim melalui kanal informasi resmi BMKG,” himbaunya. (S-21).