AMBON, Siwalimanews – Tim Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Provinsi Maluku berencana memanggil pimpinan PT Pelni Cabang Ambon.

Anggota Tim Penanganan Covid-19 DPRD Maluku Hengky Pelata yang dikonfirmasi Siwalimanews melalui telepon selulernya, Selasa (2/6) membenarkan, kalau besok (3/6) pimpinan PT Pelni dipanggil untuk mengklarifikasi mengapa sampai pelaku perjalanan dapat lolos ke Kabupaten MBD dengan KM Sabuk Nusantara, sehingga saat ini terdapat 3 pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

“Jadi besok Katong panggil Pelni,” tandas Pelata.

Menurutnya, pemanggilan pihak Pelni dilakukan untuk minta klarifikasi terkait dengan lolosnya 26 pelaku perjalanan tanpa mengantongi surat keterangan negatif Covid-19 yang berakibat pada menyebarnya virus di Kabupaten MBD.

Sebelumnya diberitakan, dua penumpang KM Sabuk Nusantara (Sanus) 87 berdasarkan hasil rapid testnya reaktif.

Baca Juga: Satgas BUMN Bantu Masyarakat dan Tim Medis

Berdasarkan rapid test yang dilakukan Gugus Tugas Covid-19, dua dari total 32 penumpang yang merupakan pelaku perjalanan dari Ambon ke Tiakur, Kabupaten MBD ini, reaktif positif.

“Dua penumpang KM Sabuk Nusantara 87 dari total 32 penumpang yang merupakan pelaku perjalanan dari Ambon hasil rapid testnya reaktif, sementara sisanya non reaktif,” kata Ketua Gugus Tugas  Covid-19 MBD, Benyamin Th Noach dalam keterangan persnya kepada wartawan di ruang rapat Kantor Bupati, Senin (25/5) bersama Forkopimda setempat. (Mg-4)