Gula Jawa dan gula pasir meng­ingatkan orang akan candaan mendiang BJ Habibie dan sang istri Hasri Ainun Habibie. Dia berseloroh kini gula jawa telah berubah menjadi gula pasir. Dulu sewaktu remaja, Ainun tak secantik yang ditemui Habibie dewasa. Gula jawa dan gula pasir sama-sama memiliki rasa manis. Meski demikian, keduanya tetap berbeda baik dari segi kandungan nutrisi, manfaat serta penggunaan.

Bahan

Gula Jawa memiliki warna cokelat dan biasanya tersedia dalam bentuk silinder atau bulat. Gula Jawa terbuat dari nira atau sari cairan manis pohon palem atau pohon kelapa. Nira diperoleh dari menyadap tanda bunga palem dan kelapa. Setelah terkumpul, nira dimasak hingga mengental baru kemudian dicetak.

Sedangkan gula pasir terbuat dari tebu. Tebu setelah dipanen dihancurkan, diperas dan diambil sarinya. Sari tebu berupa cairan biasanya diberi bahan tam­bahan agar campuran sari tebu men­jadi murni lalu diputihkan dengan belerang oksida. Setelah itu, baru cam­puran didinginkan dan dikristalkan sehingga menjadi gula pasir yang ditemui di pasaran sekarang.

Nutrisi

Tak hanya manis, gula jawa mem­beri­kan sejumlah kandungan nutrisi penting buat tubuh. Gula jawa mengandung vitamin C, kalium , fosfor, magnesium, kal­sium, dan zat besi. Selain itu, gula jawa juga memiliki kandungan zat fitronu­trien seperti polifenol, flavonoid dan antosianin dan antioksidan. Zat-zat ini membuat tubuh lebih berenergi dan bisa menangkal sel kanker. Indeks glikemik gula jawa pun terbilang rendah yakni 35. Diketahui angka indeks glikemik lebih rendah daripada 55 berarti konsumsi suatu makanan tidak begitu mempe­ngaruhi kadar gula darah tubuh.

Gula jawa

Beda dengan gula pasir. Nyaris se­luruh gula pasir mengandung karbo­hidrat. Dalam 100 gram gula pasir, kandungan karbohidrat mencapai 99,98 gram. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau konsumsi gula pasir cukup empat sendok makan per hari atau maksimal 50 gram. Mereka yang mengidap diabetes musti hati-hati dan mengontrol konsumsi gula pasir sebab gula pasir memiliki indeks glikemik 64 dan mendekati indeks glikemik tinggi. Artinya, konsumsi gula pasir bisa menaikkan gula darah dengan cepat.

Rasa

Baik gula jawa dan gula pasir sama-sama menawarkan rasa manis. Hanya saja rasa manis pada gula jawa lebih kuat juga memiliki aroma khas.

Kegunaan

Gula jawa banyak digunakan dalam olahan makanan. Teksturnya kental dan bisa menyatu dengan bahan makanan lain. Gula jawa biasa diolah menjadi klepon, bumbu rujak, kolak, semur juga campuran pembuatan kecap manis. Rasa manis gula jawa pun bisa digunakan untuk meredam ‘galak’ rasa pedas pada masakan berkuah santan juga tumisan. Minuman pun bisa menggunakan campuran gula jawa seperti dawet atau minuman lain dengan bahan dasar santan.

Gula pasir biasa untuk memaniskan minuman seperti teh, kopi, susu selain itu juga untuk makanan seperti campuran kue. Siasat perpaduan gula pasir dan garam pun biasanya digunakan sebagai pengganti vetsin. Campuran keduanya dinilai mampu memberikan cita rasa gurih pada masakan. (*)