PIRU, Siwalimanews – Akibat hujan lebat yang me­ngguyur wilayah Kecamatan Inamosol, Kabupaten SBB dan Kecamatan Namrole, Kabu­paten Buru Selatan (Bursel) Kamis (16/7), ruas jalan dan kawasan padat penduduk tergenang banjir.

Di ruas jalan kilo meter 11 Ke­ca­matan Inamosol banjir melanda ka­wasan itu setinggi pinggang orang de­wasa, Akibatnya, pengendara ro­da dua dan pejalan kaki sulit me­lintas.

Guna memperlancar pengguna jalan roda dua serta pejalan kaki, warga  Inamosol khusunya Desa Hu­nitetu, Hukuanakota, dan Dusun Ima­­batai serta Sokowati saat berak­tivitas harus ekstra hati-hati, karena jalan tersebut rusak dan berlubang.

“Hujan deras yang melanda di sebagian wilayah di Kairatu hingga Inamosol dalam beberapa jam me­ngakibatkan parit tidak dapat me­nampung debit air sehingga meluap, dan menggenangi ruas jalan. Aki­batnya perekonomian masyarakat terhenti,” ungkap sala satu mas­ya­rakat Inamosol Dominggus Ursana melalui pesan WhatsAp kepada Siwalima, Kamis (16/7).

Diungkapkan, curah hujan yang semakin lebat mendatangkan banjir yang cukup, menghambat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan, karena ruas jalan kilo meter 11 tergenang banjir.

Baca Juga: Verifikasi Data Jadi Kendala 6.554 KK Belum Terima BLT

Alhasil aktivitas masyarakat seperti belanja ke pasar Gemba di Kairatu tak bisa dilkukan lantaran banjir setinggi pinggan orang dewasa.

Ursana menambahkan, banjir yang melanda ruas jalan di Inamosol tersebut membuat masyarakat di empat desa yang ada di kilo meter 11 merasa terganggu karena tdiak bisa beraktifitas dalam sepakan ini.

“Kami khawatir akan terjadi banjir besar dan bisa saja meluap ke rumah warga di wilayah kilo meter 11,” ujarnya.

Ursana meminta Pemkab SBB untuk memperhatikan kawasan Kecamatan Inamosol, sebab dengan adanya musibah banjir aktivitas  masyarakat praktis lumpuh.

Ratusan Rumah di Waefusi Terendam

Sementara itu di Desa Waefusi, Kecamatan Namrole, Kabupaten Bursel, Kamis (16/7) subuh hingga siang hari terjadi banjir. Akibatnya 123 rumah warga setempat terendam banjir hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Tak hanya ratusan rumah warga, tetapi gedung SD, TPQ dan Pustu di desa tersebut pun ikut terendam.

“Iya, banjir terjadi di Desa Waefusi sejak pukul 06.00 WIT dan barusan surut sore ini,” kata Kepala Desa Waefusi, Akli Solissa kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Kamis (16/07).

Menurut Akli, banjir tersebut terjadi akibat meluapnya kali Waetina yang berada tak jauh dari Desa Waefusi.

“Banjir setinggi pinggang ini terjadi karena meluapnya kali Waetina,” ucap Akli.

Akibat banjir tersebut, akses masuk keluar Desa Waefusi agak terganggu.

“Akses masuk keluar Desa Waefusi sempat terganggu karena derasnya luapan air sungai Waetina di jalan masuk Desa Waefusi,” ungkap Akli.

Akli mengaku akibat banjir ini, ada sejumlah warga yang turut mengungsi ke kerabat mereka di desa tetangga.

Sementara itu, Risman Wahab Solissa, warga Waefusi yang juga anak Akli yang dihubungi terpisah melalui telepon selulernya membenarkan terjadinya banjir di desanya.

“Iya banjir terjadi sekitar pukul 08.00 WIT setinggi di bawa pusar setelah sebelumnya air sudah tergenang sejak pukul 06.00 WIT,” kata Risman.

Ia mengaku hingga pukul 15.00 WIT, genangan air telah surut dan hanya sebatas tumit.

“Baru surut saja tadi sekitar pukul 15.00 WIT, sekarang cuma setinggi tumit saja,” ucapnya.

Akli berharap Pemkab Bursel secepatnya sikapi kondisi desa-desa korban banjir agar aktivitas masyarakat kembali seperti semula.(S-48/S-35)