NAMROLE, SiwalimaNEWS – Bangunan milik SDN 4 Namrole yang terletak di Jalan Kilomter 2 Desa Labuang, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, dipalang oleh pemilik lahan, sejak Minggu (14/3) hingga saat ini.

Aksi pemalangan gedung sekolah itu dilakukan oleh H Arwa Waris selaku pemilik lahan tersebut, dikarenakan lahan miliknya belum juga dibayar oleh Pemkab Bursel.

Arwah Waris yang dikonfirmasi Siwalimanews di kediamannya, Senin (15/3) terkait pemalangan tersebut menjelaskan, aksi ini dilakukannya, karena lahan miliknya tersebut belum dibayar.

Bahkan menurutnya, semua surat-surat yang menyangkut dengan lahan itu sudah diserahkan ke pemkab melalui Sekda Iskandar Walla dan Asisten I Alfario Soumokil selaku Ketua Pembebasan Lahan Daerah.

“Kita lakukan pemalangan baru kemarin, karena saya tunggu – tunggu sampai saat ini tidak ada respons dan itikad baik dari pemda untuk bagaimana bayarn lahan itu, padahal semua surat-surat sudah dimasukan dari tahun 2020,” jelas H Arwa.

Baca Juga: Danrem dan Prajurit Korem 151 Binaiya Jalani Vaksinasi

Mennurutnya, apa yang dilakukannya ini, sebagai bentuk protes kepada Pemda Bursel, terkait pembayaran lahan tersebut. Pasalnya, saat ini pembangunan sekolah itu sudah berjalan, bahkan proses belajar mengajarnya juga sudah berlangsung.

“Jadi saya pikir, jika saya tidak ambil tindakan seperti ini, berarti pemda tidak akan menghiraukan pembayaran lahan itu. Makanya dipalang supaya pemda juga bisa tahu dan bisa cari solusinya seperti apa,” tuturnya.

Jika nantinya pemda merspon aksinya ini, maka ia akan dipanggil untuk buat kesepakataannya, entah itu mau dibayar langsung atau dua kali juga tidak masalah.

“Pemda ini, kalau tidak dibuat gebrakan seperti itu kan mereka acuh,” tuturnya.

Mantan anggota DPRD dari PKB itu menyentil bahwa, lahan miliknya ini, jika disesuaikan dengan nilai jual itu, berkisar Rp 100 juta.

Jika aksinya ini tidak digubris, maka pihaknya akan mengambil langkah selanjutnya, bahkan bisa di bawa ke ranah hukum.

“Kalau pertama ini tidak dihiraukan, kita akan lanjut ke langkah kedua dan kalau tidak ada tanggapan juga, maka kita bawa ke ranah hukum. Kita ke polisi saja, karena pak asiten sudah janji, tapi tidak tahu anggaran itu ada atau tidak, masalahnya disitu,” ucapnya.

Ia berharap, ada respon baik dari Pemda Bursel agar bisa menyelesaikan pembayaran lahan miliknya.

“Saya tunggu saja respon dari pemda, artinya kita pikir juga ini fasilitas umum, kasihan juga anak-anak sekolah, kami sangat tahu itu, tapi kalau kita tidak buat gebrakan demikian, berarti mereka juga acuh,” pungkasnya.

Sampai berita ini dipublikasikan, Sekda Bursel Iskandar Walla dan Asisten I Bidang Pemerintahan, Alfario Soumokil serta Kadis Pendidikan Bursel, Edison Biloro yang dikonfirmasi Siwalimanews tidak meresponnya, bahkan pesan singkat dan pesan Whatsapp yang dikirim pun tidak dibalas.

Untuk diketahui, SDN 4 Labuang di km 2 Desa Labuang memiliki tiga ruang kelas dan semuanya  dipalang. Tak hanya itu, satu bangunan kios sekaligus kantin yang berdiri diatas lahan tersebut juga ikut dipalang.

Dibeberapa pintu juga, terpampang tulisan Dilarang melakukan atau mengadakan aktifitas apapun di lLokasi ini, karena tanah ini belum ada pembebasan lahan kepada pemilik, Ttd H. A. Waris. (S-35)