AMBON, Siwalimanews – Aliansi pemuda dan pemudi yang terhimpun dalam persekutuan empat gandong yakni, Negeri Booi, Aboru, Kariu dan Hualoi (BAKH), Rabu (9/2) menggelar aksi damai di Kantor Gubernur Maluku, pasca konflik kemanusian yang menyisahkan pilu sebab setengah dari rumah warga Kariu hangus terbakar.

Pantauan Siwalimanews, massa yang dikoordinir Kamarudin Tubaka, tiba di gerbang Kantor Gubernur, sekitar pukul 11.00 WIT dengan menggunakan kain berang di kepala serta kain putih melingkari massa. Aksi massa dari empat negeri gandong ini menyatakan menolak, wacana warga Kariu yang mengungsi di Negeri Aboru untuk direlokasi.

“Kami persekutuan gandong menolak pengungsi Kariu direlokasi ke Aboru. Negara harus menjamin keamanan dan hidup yang layak,” tandas Tubaka dalam orasinya.

Tubaka juga meminta pemerintah segera membangun rumah warga yang terbakar, agar dapat segera ditempati. Selain tuntutan aksi, Tubaka juga menyangkan sikap Gubernur Maluku, Murad Ismail yang seakan tidak peka terhadap konflik kemanusiaan yang terjadi.

Hal itu disampaikan lantaran sejak konflik terjadi hingga sekarang, Gubernur tidak kelihatan batang hidungnya. Bahkan atas sikap Gubernur tersebut, Tubaka siap berkonsolidasi dengan empat negeri gandong untuk memboikot Murad Ismail di kontestasi Pemilu 2024.

Baca Juga: BLT tak Disalurkan, Warga Serbu Kantor Desa

“Bapak Murad kaluar lia katong jua. Bangun katong pung rumah yang dibakar oleh perusuh, pembakaran Negeri Kariu mutlak konflik kemanusiaan, kalau Gubernur tidak keluar, saya akan konsolidasi empat negeri (gandong) agar 2024 tolak namanya Murad Ismail, karena apa, bapak dipilih karena rakyat, sudah saatnya bapak keluar dan dengar aspirasi kami,” teriaknya.

Setelah berorasi kurang lebih 1 jam, Gubernur Maluku tidak menampakan dirinya. Massa yang menolak bertemu perwakilan yang hendak menemui mereka, akhirnya meninggalkan Kantor Gubernur dan menuju Polda Maluku. Namun mereka berjanji akan kembali lagi dengan massa yang lebih besar.

“Kami hadir hari ini untuk aksi damai, Oke Gubernur tidak bertemu kita hari ini dengan alasan tidak berada di tempat, tapi ingat kami akan kembali dan kalau Gubernur tidak punya waktu juga, maka kita akan duduki kantor ini,” ancam massa empat gandong, sambil meninggalkan Kantor Gubernur. (S-45)