MASOHI, Siwalimanews – Ketua Tim Pemenangan Rudolf Lailossa sebagai Ketua DPD Golkar Malteng Hasan Alkatiri, menyesalkan sikap tidak kesatria Rasip Sahubawa Cs.

Pasalnya, mereka tak mau menerima kekalahan dan mengambil langkah tidak bijak dengan melakukan upaya hukum yang tidak mendasar dengan tuduhan pemalsuan dukungan kepada ketua DPD terpilih ke Polda Maluku.

“Bagi kami ini sikap tidak kesatria yang ditunjukan oleh saudara kita Rasip Sahubawa Cs dengan menyampaikan laporan hukum ke Polda Maluku usai kalah telak dalam Musda DPD II Golkar Malteng pada 2 September kemarin di Ambon. Bagi kami,sikap ini adalah sikap melawan keputusan partai. Olehnya dapat kami sebutkan jangan sampai kemudian masalah ini bedampak bagi mereka sendiri,” ucap Alkatiri yang didampingi Ketua OKK DPD Golkar Demisioner Ali Tuatoy kepada wartawan di kantor DPD Golkar Malteng, Kamis (3/9).

Ia juga menegaskan, apa yang dilakukan rekan mereka ini ditakutkan mereka gali lubang untuk diri sendiri. Kenapa demikian, lantaran laporan hukum dengan tuduhan pemalsuan dokumen dukungan itu secara otomatis akan mentah.

Tuduhan mereka tidak akan memenuhi unsur akan mentah semua, semestinya langkah hukum yang harus dilakukan adalah kubu Lailossaa, sebab dalam proses pemilihan kemarin kubu Sahubawa Cs palsukan data dari Silon KPU tanpa mendapat pengesahan dari Ketua dan Sekertaris DPD Golkar.

Baca Juga: Jaksa Tahan Tanaya dan Satu Pejabat BPN Maluku

“Bagi kami laporan itu tidak akan dilanjutkan sebab tidak penuhi unsur hukum, selain itu laporannya salah alamat. Mestinya yang lapor itu kubu kami, bukan mereka sebab untuk penuhi niat untuk maju mereka gunakan data dukungan yang bersumber dari data Silon KPU yang diperoleh dengan cara yang tidak bisa dibenarkan, sebab tidak diketahui oleh partai,” tandasnya.

Keduanya memastikan, partai nantinya akan menyiapkan langkah tegas, apakah itu pemecatan serta lain sebagainya setelah nanti tim formatur selesai bekerja untuk menyiapkan komposisi dan personalia pengurus DPD Golkar Malteng.

“Tentu akan ada sanksi tegasnya, jadi nanti setelah formatur selesai bekerja kita akan kaji sesuai konstitusi partai, sanksi apa yang akan dijatuhkan,” ujarnya.

Meski demikian kata Alkatiri, Ketua DPD Golkar Malteng terpilih Rudolf Lailossa tetap membuka pintu bagi kubu Sahubawa Cs untuk bergabung.

“Bang Rudi tetap buka pintu maaf dan mau rangkul semua elemen partai untuk bangun partai ini di bumi Pamahanu-Nusa. Namun demikian jika tidak ingin bergabungpun tidak dipaksakan, sebab dengan dan tanpa mereka Golkar tetap akan menjadi besar di Malteng,” cetusnya.

Untuk diketahui Musda Lanjutan DPD Golkar Malteng yang dilangsungkan, Selasa (1/9) akhirnya memutuskan Rudolf Lailossa sebagai Ketua DPD Golkar Malteng untuk periode 2020/2025 setelah data dukungan Rasip Sahubawa dinilai tidak memenuhi syarat.

Lailossa ditetapkan sebagai Ketua DPD terpilih lantaran memenuhi dukungan lebih dari 30 persen organisasi sayap dan penderi partai dan hampir seluruh pimpinan kecamatan, dimana sesuai Juklak 02 DPP Golkar, Lailossa layak ditetapkan dan disahkan sebagai Ketua DPD Golkar masa bakti 2020/2025. (S-36)