AMBON, Siwalimanews –  Direktur Rumah Sakit Sumber Hidup dr Heny Tipka mengaku, RW (60) ini hasil rapid testnya reaktif.

Dijelaskan, pasien ini masuk ke RS sumber hidup dengan keluhan sesak napas, demam disertai kondisinya sangat lemah pada Sabtu (16/5) pukul 09.00 WIT.

Lantaran pasien ini penyakit bawaanya mirip gejala Covid-19, maka tenaga medis yang menanganinya langsung menjalankan protap yang ditetapkan rumah sakit yakni melakukan rapid test kepada si pasien dan hasilnya reaktif.

“Pasien ini masuk IGD jam 9 pagi dengan kondisi amat lemah. Protap kami adalah seluruh pasien rawat jalan/inap diperiksa RDT Covid. Bila hasilnya reaktif, maka akan dirujuk ke RS rujukan pasien Covid,” ungkap dr Tipka kepada Siwalimanews melalui pesan WhatsAppnya, Sabtu (16/5).

Dijelaskan, lantaran hasil RDT dari pasien ini reaktif, maka sesuai protap pasien harus dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19. Namun disaat persiapan untuk merujuk pasien ini ke rumahs akit rujukan, pasien meninggal dunia di IGD.
“Karena pasien meninggal hasil RDTnya reaktif selanjutnya diberlakukan protap pemulasan jenazah sesuai protokol Covid-19,” ungkap dr Tipka.

Baca Juga: Direktur RSUD: tak Ada Pemotongan Hak Tenaga Medis

Menyoal tentang tenaga medis yang menangani pasien ini, apakah pihak rumah sakit juga sudah melakukan rapid test, dr Tipka mengaku, tenaga medis yang menangani pasien ini hanya dua orang dan mereka sudah di rapid bersama dengan dua dua pegawai administerasi.

“Untuk dua tenaga medis yang tangani pasiend an dua pegawai administerasi kita sudah lakukan rapid test namun hasilnya sekarang belum keluar,” jelas dr Tipka.

Pihak rumah sakit kata dr Tipka saat ini telah meliburkan dua tenaga medis tersebut beserta dua tenaga administerasi itu selama 10 hari sampai dengan akan dilakukan rapid tahap dua kepada mereka.

:Kita ada istrahatkan keempat pegawai kita ini sampai 10 hari kedepan untuk nantinya mereka akan jalani rapid test kedua,” tandas dr Tipka. (S-39)