AMBON, Siwalimanews – Ratusan rumah warga tercatat mengalami kerusakan ringan, hingga berat dalam bentrokan yang terjadi antara Negeri Kariuw dan Dusun Ori.

Berdasarkan rekapan data dari Polda Maluku tercatat sebanyak 211 unit rumah alami kerusakan, dimana 183 diantaranya rusak berat, 28 lainnya rusak ringan.

Kapolda Maluku Irjen Lotharia Latif mengaku, pihaknya kini fokus pada skala prioritas, yaitu mengembalikan masyarakat Kariuw yang saat ini meninggalkan kampungnya.

“Kita sudah membentuk pengamanan untuk menjaga aset-aset yang masih utuh dan aset-aset yang masih digunakan. Ada 100 rumah yang masih utuh, dan kebih dari 200 rumah yang rusak, baik rusak berat maupun ringan,” ungkap Kapolda.

Kapolda juga minta agar data administrasi kependudukan yang mungkin hilang, terbakar dan sebagainya, agar bisa dikolektifkan dan Polri akan membantu sepenuhnya, termasuk surat keterangan kehilangan, atau SIM masyarakat.

Baca Juga: Kajati Akui Kasus Dugaan Korupsi DPRD Kota Ditangani Kejari

“Kita dari Polri akan membantu, sehingga ini bisa kembali membawa katakanlah kepercayaan masyarakat, bahwa negara memperhatikan ini dan membantu kelancaran,” ucap Kapolda.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Roem Ohoirat mengaku, dari data yang masuk, bangunan yang rusak termasuk  bangunan SDN Kariuw, dimana terdapat dua ruangan yang terbakar.

Selain itu, ada juga kendaraan bermotor roda dua yang rusak milik warga sebanyak 19 unit, 3 sepeda motor dinas polri, 1 motor dinas TNI dan 9 unit mobil.

“Untuk rumah warga yang masih utuh atau tidak mengalami kerusakan akibat konflik, tercatat sebanyak 100 unit. Bangunan lain yang masih utuh, yakni Gedung Gereja Ebenhaezer, Pastori, Baileo, dan Pasar, kalau untuk kendaraan bermotor roda dua yang masih utuh sebanyak 58 unit, mobil 3 unit, semuanya itu sudah diamankan aparat keamanan,” pungkasnya. (S-45)