AMBON, Siwalimanews – Aksi blokir jalan yang dilakukan oleh warga Tawiri, Rabu (24/11) pagi, akhirnya dibuka setelah Walikota Ambon Richard Louhenapessy dan Wakil Walikota Ambon datang menemui mereka.

Kedatangan dua pemimpin Ambon ini bukan lantaran merespons aksi palang jalan yang dilakukan warga, namun memang keduanya baru tiba dari Jakarta menggunakan penerbangan pagi.

Di depan massa warga Tawiri Walikota minta agar membentuk tim yang didalamnya berjumlah 10 orang, untuk melakukan pertemuan dengan dirinya, di Balai Kota Ambon guna membicarakan masalah ini pada pukul 15.30 WIT.

“Tidak ada orang tua membiarkan anaknya menderita, kalau anaknya minta roti dia tidak mungkin memberikan batu ingat itu. Kalau ada anaknya yang meminta minum, tidak mungkin dia memberikan racun. Ini bukan omongan saja melainkan berasal dari Alkitab,” ucap Walikota kepada ratusan masyarakat Tawiri yang melakukan aksi tersebut.

Oleh karena itu kata Walikota, apa yang disampaikan ini sudah betul-betul menjadi keprihatinan yang begitu mendalam.

Baca Juga: Kasus KMP Marsela Rugikan Negara Rp 2 Miliar lebih

“Nanti ketemu saya di kantor lalu kita bicarakan aspirasi kalian dengan baik-baik dan dari hati ke hati,” ucap Walikota.

Walikota berjanji, nantinya setelah pertemuan dengan warga Tawiri, juga akan dilakukan pertemuan dengan DPRD dan Lanud Pattimura agar persoalan ini dapat diselesaikan.

Ari Latulola yang ditunjuk sebagai sekretaris tim yang dibentuk oleh Pemerintah Negeri Tawiri mengungkapkan, pihak  TNI AU mencoba mengambil hak masyarakat.

“Yang mereka ingin ambil lahan yang kini dihuni 252 KK, bayangkan saja kalau 252 KK diambil oleh TNI AU,” ucapnya.

Pernyataan yang mereka buat untuk harus tinggalkan rumah dan tanah mereka ini, tanpa ganti rugi jika diperlukan oleh negara. Ini kan merupakan perbuatan intimidasi dan perbuatan pidana, namun kepolisian hanya diam .

“Jadi aksi hari ini secara spontan kita lakukan karena mereka datang dengan pakaian loreng lengkap dan sejanta hanya untuk datang kasih takut masyarakat,” tandasnya.

Ia juga mengaku, warga Tawiri membutuhkan bantuan walikota dalam mengatasi masalah ini.

“Kita tahu walikota hari ini mau datang, kita pikir Walikota mau ke kantor negeri tetapi ternyata TNI AU pakai walikota untuk teror masyarakat dan ini keliru,” teriaknya. (S-51)