AMBON, Siwalimanews – Selain anggota Satpol PP melakukan aksi palang Kantor Bupati SBB. Hal yang sama juga dilakukan ratusan orang pegawai honorer tenaga kesehatan RSUD Piru juga menggelar aksi unjuk rasa di RSUD Piru.

Bahkan aksi di rumah sakit ini, massa sempat melakukan aksi pemalangan pintu masuk rumah sakit itu, sehingga aktivitas di RSUD sempat terhenti.

Aksi yang dilakukan ratusan tenaga kesehatan ini dilakukan, karena mereka belum mendapatkan gaji honorer selama 9 bulan, padahal mereka sudah menjalankan tugas melayani pasien.

Sebelum ke RSUD, para nakes ini melakukan aksi mereka di DPRD, namun niat mereka untuk menemui ketua maupun anggota Komisi I, bahkan Ketua DPRD pun tak ada di tempat.

Walaupun tak berhasil menemui komisi dan dan Ketua DPRD, namun para demosntran melakukan orasi hanya beberapa menit, usai berorasi massa kemudian menuju ke RSUD Piru untuk melakukan aksi yang sama.

Baca Juga: Ini Penjelasan Kadinkes Soal Imunisasi di Sekolah

Kepala Keuangan Pemkab SBB Hendrik Mandaku kepada wartawan menjelaskan, gaji honorer Satpol PP dan Nakes akan segerah dibayarkan dalam waktu dekat ini.

“Iya jadi pak Bupati dan kami telah melakukan kordinasi dengan BPK maupun BPKP, dan telah mendapatkan solusinya, hari ini untuk Satpol PP telah dibayarkan,” jelasnya.

Tak hanya Satpol PP ucap Mandaku bahwa, untuk Honorer Nakes pada RSUD piru  telah mendapatkan solusinya untuk di bayarkan juga. Saat ini telah di lakukan perbaikan adminisstrasi sehingga tidak menyalahi aturan.

“Masalah gaji honorer tersebut sudah selesai, semua dapat  solusinya, tapi tidak menabrak aturan, semua hak dapat dipenuhi tapi tidak nabrak aturan, hanya pihak RSUD harus melengkapi dengan administrasi yang diperlukan,” ungkap Mandaku.

Secara terpisah Kasatpol PP Alberto Maulany juga membenarkan kalau saat ini pihaknya sementara melakukan pembayaran gaji honorer anggotanya untuk tiga bulan yakni bulan Juni, Juli dan Agustus.

“Tak hanya soal gaji, namun pihaknya juga akan segera merekrut kembali honorer Satpol PP yang di rumahkan, untuk itu Penjabat Bupati telah membentuk panita  untuk melakukan seleksi sesuai aturan,” ucapnya.

Untuk diketahui, saat ini tiga pintu pagar pada Kantor Bupati SBB dan pintu RSUD PIRU yang sempat dipalang, kini telah dibuka, sehingga aktivitas telah kembali berjalan lancar seperti biasanya. (S-18)