Pelupessy Akui Dinkes Alami Kekosongan Vaksin Rabies

KEPALA Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy mengaku saat ini stok vaksin rabies di Dinkes Kota Ambon kosong.
Hal ini disebabkan karena stok vaksin rabies diberikan langsung oleh Kementerian Kesehatan RI dalam jumlah yang terbatas, sehingga harus digunakan sebaik mungkin.
Menurutnya, vaksin rabies tidak dapat diberikan secara sembarangan, dimana orang yang mendapatkan suntikan vaksin adalah yang tergigit anjing rabies.
“Kalau mau tahu itu anjing rabies atau tidak, bisa dilihat dari waktu digigit, dimana 14 hari setelah menggigit, anjing tersebut akan mati, namun bila tidak maka itu bukan anjing rabies, dan orang yang bersangkutan tidak dapat disuntik vaksin karena akan berdampak buruk bagi kesehatannya,”jelas Pelupessy kepada wartawan, Selasa (18/3).
Dikatakan, yang paling penting saat ini ada setiap orang yang memiliki peliharaan anjing maupun kucing, harus sering divaksin sehingga mencegah hewan tersebut dari virus rabies.
Baca Juga: Gubernur Resmikan Gereja Hapare Holoi“Karena yang paling penting adalah Pengendalian anjing bukan pengendalian manusia nya, hulunya yang kita kendalikan bukan Hilirnya,”ungkapnya.
Dijelaskan, orang yang digigit anjing harus segera mencuci lukanya dengan air mengalir dan sabun, kemudian tidak menutup lukanya dengan perban, setelah pemeriksaan anjing atau 14 hari hewan tersebut tidak mati, maka yang bersangkutan tidak harus mendapatkan suntikan vaksin rabies.
Anjing yang terkena rabies menunjukkan berbagai perubahan perilaku dan fisik, seperti agresivitas, air liur berlebihan, dan kejang, serta bisa menjadi sensitif terhadap cahaya dan suara. (S-29)
Tinggalkan Balasan