Optimalkan Potensi Perikanan Maluku

MALUKU memiliki potensi perikanan yang besar, namun perlu dikelola dengan baik agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Kementerian Kelautan dan Perikanan beserta para mitra mendorong Provinsi Maluku sebagai pusat distribusi daerah perikanan.
Hal ini dilatarbelakangi letak geografis Maluku yang menawarkan keunggulan logistik, karena terletak di tengah-tengah daerah penangkapan ikan utama dan pasar regional, sehingga kawasan ini berfungsi sebagai pusat distribusi perikanan yang ideal. Lokasi ini memiliki akses yang efisien ke pasar domestik dan internasional, sehingga mengurangi biaya transportasi dan meningkatkan efisiensi logistik.
Saat ini, Maluku aktif terlibat dalam perikanan, menangkap spesies penting seperti tuna dan gurita. Tingkat produksinya saat ini cukup menjanjikan, didukung oleh data ekspor yang substansial yang mencerminkan landasan kokoh yang telah dibangun. Namun demikian, masih terdapat potensi besar yang belum dikelola untuk dapat dimanfaatkan dengan baik.
Sumber daya laut yang belum dimanfaatkan di Maluku memberikan peluang besar untuk meningkatkan produksi dan ekspor. Dengan memanfaatkan sumber daya ini, kita dapat meningkatkan dampak ekonomi pada tingkat lokal dan nasional.
Potensi pertumbuhannya sangat besar, dan dengan strategi yang tepat, kita dapat memanfaatkan potensi ini untuk memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga: Desakan Cabut Izin PT WMPUntuk mendukung pertumbuhan ini, KKP fokus pada peningkatan dan pengembangan infrastruktur, termasuk pelabuhan dan fasilitas pengolahan. Pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) merupakan komponen kunci dari strategi ini. SKPT ini dirancang untuk menyediakan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung peningkatan produksi dan memastikan distribusi yang efisien.
KKP telah meluncurkan beberapa inisiatif untuk mendukung sektor perikanan. Hal ini mencakup kebijakan yang bertujuan untuk mendorong praktik penangkapan ikan berkelanjutan dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan. Pekan lalu, KKP telah meluncurkan Pemodelan Kerjasama Usaha Hulu-Hilir Perikanan Tangkap, serta program prioritas penangkapan ikan terukur berbasis kuota di Tual, Maluku.
Keberlanjutan adalah inti dari strategi kami. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa praktik penangkapan ikan kami tidak menguras sumber daya laut dan memberikan kontribusi positif terhadap ekosistem dan masyarakat lokal. Praktik berkelanjutan sangat penting bagi kelangsungan industri perikanan kita dalam jangka panjang.
Namun demikian terdapat tantangan-tantangan, seperti kesenjangan infrastruktur dan masalah akses pasar. Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini diperlukan upaya terkoordinasi dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat lokal. Dengan bekerja sama, kita dapat menemukan solusi efektif dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa berkomitmen untuk memaksimalkan potensi perikanan untuk kesejahteraan masyarakat Maluku. Masyarakat Maluku sudah harus melupakan nomenklatur lumbung ikan nasional yang digaungkan beberapa tahun terakhir.
Pasalnya sebagai daerah penghasil perikanan yang menyuplai 37 persen kebutuhan ikan nasional dari tiga wilayah pengelolaan perikanan yaitu Laut Banda laut seram dan laut arafura maka harus ada industri perikanan.
Konsep lumbung ikan nasional mesti ditindaklanjuti dengan menghadirkan industri di sektor perikanan yang akan menghasilkan berbagai macam produk perikanan.
Apalagi dengan dimasukannya Pelabuhan Maluku Terpadu dalam proyek strategis nasional maka akan sangat menguntungkan Maluku jika memiliki industri perikanan.
Tentunya ini mimpi besar bagi Gubernur yang akan diperhadapkan dengan ketersediaan anggaran, namun dirinya tetap komitmen berjuang untuk Maluku yang lebih baik. (*)
Tinggalkan Balasan