AMBON, Siwalimanews – Wakil Gu­bernur Maluku, Abdullah Vanath meng­ung­kapkan, persoalan konektivitas antar pulau di Provinsi Maluku yang masih be­lum merata, dinilai ma­sih menjadi salah satu tantangan pembangu­nan.

Pasalnya, sebagai pro­vinsi kepulauan, Ma­luku tentu me­miliki sumber daya alam yang melim­pah mulai dari Pe­rikanan, Perke­bu­nan, Pertamba­ngan hingga Kehuta­nan.

Kekayaan alam yang luar biasa tersebut, lan­jut Wagub kepada war­tawan di Kantor Gubernur, Kamis (20/3) tentunya berpotensi mendo­rong pertumbuhan ekono­mi mas­yarakat termasuk di pulau-pulau terluar.

Namun sayangnya, pendistri­busian hasil kekayaan alam terse­but masih diperhadapkan dengan persoalan konektivitas antar pulau.

“Beberapa sektor unggulan di Maluku seperti Perikanan dan Per­kebunan itu tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tapi tantangan kita ini datang dari konektivitas antar daerah yang belum terkoneksi dengan lancar,” ujar Wagub.

Baca Juga: Distributor & Pedagang Diingatkan tak Spekulasi Harga

Konektivitas antar pulau yang belum tersambung ini menye­babkan harga-harga kebutuhan pokok menjadi mahal, karena rantai pasok yang sulit.

Wagub mencontohkan kebutu­han komoditi ikan di Maluku yang banyak sekali berasal dari daerah luar Ambon, tapi karena persoalan konektivitas menyebabkan harga ikan naik apalagi pada musim-musim tertentu.

Pemerintah Provinsi Maluku tambah Wagub, sementara men­cari formula untuk menyelesaikan per­soalan konektivitas di Maluku termasuk memperjuangkan ke Pemerintah Pusat.

“Pak Gubernur dan saya telah berkomitmen untuk memecahkan masalah konektivitas ini, sehingga memperlebar kesempatan bagi masyarakat untuk merasakan kese­jahteraan,” tuturnya. (S-20)