AMBON, Siwalimanews – Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan Kota Ambon keluar dari zona merah harus ada sinergitas semua pihak, baik pemerintah, media, akademisi, swasta termasuk masyarakat.

Meski Kota Ambon berada di zona merah, dengan skor mencapai titik 1,72, tapi Pemkot Ambon tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawab lapangan sesuai prosedur yang ditetapkan WHO.

“Kita terus melaksanakan tracing, tracking, treatment, testing dan isolasi oleh Pemkot,” katanya kepada wartawan di Ambon, Senin (5/10).

Terkait dengan penerapan pembata­san sosial berskala besar (PSBB) yang berjalan tak membuahkan hasil baik dan maksimal sehingga berpengaruh terhadap peta zonasi Kota Ambon yang dua pekan sebelumnya berada di zona orange, dan kembali lagi memasuki zona merah, menurutnya penanganan yang dilakukan selama masa PSBB sudah sangat maksimal.

Hanya saja kurang adanya perhatian dari masyarakat terkait dengan sejumlah protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah. “Nah kalau lihat petugas pemerintah kota ini kan pagi, siang, malam. Kuncinya itu disiplin pribadi maupun disiplin masyarakat pemerintah itu menghimbau terus, mendorong terus bahkan mengambil langkah dalam bentuk penegakan hukum, tapi kalau masyarakat sendiri tidak disiplin ya itu,” jelas Louhenapessy.

Baca Juga: Buru Dapat Dijadikan Sentral Kekuatan Pangan

Louhenapessy berharap ada kesadaran masyarakat sehingga angka skor Kota Ambon dapat segera naik kembali dan berdampak pada pemindahan peta zonasi yang mana bergeser dari merah ke zona orange.

“1,72 sebelumnya 1,91 nah itu dampak dari kematian 1,72 ni. Nah sebelumnya 1,91 saya berharap kalau kita berdoa kuat tidak ada yang meninggal dia naik lagi,” harapnya. (Mg-6)