AMBON, Siwalimanews – Hujan sedang hingga lebat disertai petir masih melanda Kota Ambon dan sejumlah Wilayah di Maluku. Untuk itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Ambon mengingatkan masyarakat untuk selalu mewaspadainya.

“Untuk itu BMKG mengeluarkan peringatan dini akan bahaya hujan dan petir berlaku mulai tanggal 22 hingga 24 September 2021,” ungkap Kepala BMKG Stasiun Ambon Kamari dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Rabu (22/9).

Menurutnya, wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang sesaat untuk 23 September berpeluang terjadi pada Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Timur dan Kabupaten Buru Selatan.

Sedangkan pada 24 September berpeluang terjadi pada Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Kepulauan Aru. Sementara untuk wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat untuk 22 September berpeluang terjadi pada Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tenggah dan Kabupaten Seram Bagian Timur.

“Untuk tanggal 23 berpeluang terjadi pada Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Buru Selatan,” uraonya.

Baca Juga: Taihuttu Dorong Pemkot Buka Sekolah Tatap Muka

Sementara pada tanggal 24 September, juga akan berpeluang terjadi pada Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Kepulauan Aru.

“Untuk s angin Zonal pada Iapisan 850 hPa menunjukan wilayah Indonesia di dominasi angin timuran Madden Julian Oscillation (NJO) terpantau pada fase 4 dan 5, serta kelembapan udara pada lapisan atas 850-700 mb menunjukan keadaan yang lembap hingga basah yang berkisar antara 70%-100%,” tuturnya.

Untuk anomali permukaan Iaut wilayah Malaku pada satu minggu terakhir tambah Kamari, cukup menghangat, yaitu berkisar antara 0.5 – 3 0 °C yang mengindikasikan adanya penambahan suplai uap air yang secara kontinyu berkontribusi pada proses pertumbuhan awan-awan Inyan di wilayah Maluku. (S-51)