Dua Ribu Lebih Siswa Kunjungi Pameran Temporer
AMBON, Siwalimanews – Pameran temporer yang digelar Museum Siwalima Ambon yang dibuka sejak Senin (26/8) hingga Jumat (30/8), tercatat sebanyak dua ribu lebih siswa dari jenjang SD-SMA/SMK dan sederajat telah mengunjungi pameran tersebut.
Kepala UPTD Museum Siwalima Ambon, Jean Saiya menjelaskan, kegiatan pameran temporer yang didalamnya juga ada kegiatan lomba pidato dan tarompah ini disasarkan pada peserta didik, baik dari tingkat TK hingga SMA, dengan harapan para siswa bisa belajar, bukan saja di dalam kelas namun juga di luar kelas.
“Kalau belajar di luar kelas, itu bisa pengaruhi daya pikir mereka dan ternyata itu tergambar saat lomba pidato kemarin, dimana sebenarnya generasi muda sebagai kaum millenial resah terhadap perkembangan generasi saat ini, walaupun disebut sebagai kaum millenial, tetapi itu juga mereka harus bentengi diri mereka agar tidak terpengaruh terhadap moderenisasi dan globalisasi,” jelas Saiya, kepada wartawan, usai menutup pameran di halaman museum tersebut, Jumat (30/8).
Ia berharap, dari rangkaian kegiatan ini, para siswa dapat datang ke museum agar mengetahui dan mengenal museum, karena lokasi museum edukatif, bahkan bukan saja ruang-ruang pameran tetapi seluruh tanaman yang ada di lokasi museum ini juga menjadi studi ekowisata bagi anak-anak, salah satunya adalah cengkeh dan pala serta pohon cidaku, dimana kulit dari pohon ini dulunya digunakan sebagai pengganti pakaian
“Saya berikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi dan dukungan sekolah-sekolah yang telah ikut berbagai rangkaian yang digelar songsong HUT Proklamasi dan Provinsi Maluku ke-74, baik melalui kunjungan pameran maupun lomba pidato dan tarompah,” ucapnya.
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Akper Ikut Workshop Penanganan Gawat DaruratKadis Pendidikan dan Kebudaaan Provinsi Maluku, Saleh Thio menambahkan, berbagai kegiatan yang dilaksanakan Museum Siwalima sebagai salah satu UPTD dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku ini bertujuan agar dapat mengenang dan juga sebagai referensi bagi sekolah untuk dapat menata masa depan yang tentunya lebih baik kedepan.
“Kegiatan ini sangat positif, sehingga diharapkan minimal harus dilakukan satu kali dalam setahun,” pintanya.
Disinggung menyangkut kekurangan tenaga di museum, Thio mengaku, dirinya sudah meminta kepada kepala museum untuk segera melakukan analisa kebutuhan dan akan dilakukan penataan ulang.
Dalam acara penutupan itu, juga dilakukan pembagian hadiah bagi pemenang pidato dan pemenang tarompah, yang hadiahnya berupa sertifikat dan uang tunai bagi lomba pidato sementara untuk lomba tarompah memperoleh sertifikat, piala dan sepeda.
Untuk lomba pidato juara I Vinesya A Likumahua (SMA Kristen YPKPM) juara II, Karunia Lisapaly (SMAN 5) dan juara III Marsela Kols (SMA Maria Madiatrix).
Sementara lomba tarompah tim SDN 10 keluara sebagai juara I, juara II SDN 37 dan juara III diraih SD Inpres 42. (S-16)
Tinggalkan Balasan