NAMLEA, Siwalimanews – Para narapidana penghuni Rumah Tahanan di Desa Jikumerasa, diduga sering keluar masuk rutan dengan bebas, bahkan ada napi yang tidur nyenyak di rumah mereka.

Yang paling terbaru adalah,  dua napi pelaku pencemaran lingkungan tambang emas di Buru yakni Bobby dan Jen Wally ternyata diketahui keluar rutan, bahkan mereka sempat terlihat pada Sabtu (31/8) di rumah salah satu sipir rutan yakni Soleman Gai.

Kepala Cabang Rutan Namlea, Hamdani Bantam yang dikonfirmasi Siwalima melalui telepon selulernya Rabu (4/9) terkait hal ini mengakuinya, bahwa bukan dua, namun tiga napi yang keluar rutan pada Sabtu (31/8).

“Sebelum kejadian memang warga lihat napi di luar tahanan, namun saat itu saya sedang bertugas di Ambon selama sepekan dan baru kembali ke Namlea pada hari Minggu (1/9). Selama saya tidak ada di tempat, yang bertanggungjawab adalah Kasubsie Pelayanan Tahanan Suparji jaya,” ujar Bantam.

Menurutnya, setelah masalah napi di luar tahanan ini ramai dibicarakan, ia langsung mengkonfrontir informasi ini dengan Suparji Jaya dan diakui ada tiga dan bukan dua napi yang keluar atas sepengetahuan yang bersangkutan.

Baca Juga: 26 OPD Belum Daftarkan Pegawai Non ASN ke BPJS

Ketiga napi ini, satu diantaranya bernama Ibrahim Warhangan pelaku penganiayaan sudah ikut pembebasan bersyarat sejak, Senin (2/9). Sedangkan Bobby dan Jen Wally juga akan dibebaskan bersyarat pada Selasa (10/9) nanti.

Ditempat terpisah, petugas sipir pada Rutan Namlea, Soleman Gai tidak menyangkal, kalau pada Sabtu (31/8) ada napi yang berada di rumahnya. Namun ia berdalih yang datang hanya tiga orang seperti nama-nama yang disebutkan di atas.

Selebihnya kata Soleman, adalah warga Ubung yang datang dengan truk dan mobil kecil terbuka. Ia juga menapis isu yang beredar bahwa napi sering datang ke rumahnya pada malam hari.

“Napi yang sedang bekerja turunkan pasir di rumahnya itu, dikeluarkan oleh Kasubsie Pelayanan Tahanan Suparji Jaya,” ungkapnya.

Dijelaskan, Suparji Jaya mengeluarkan para napi ini untuk bekerja di Kantor Cabang Rutan Namlea lama yang berdekatan dengan Polsek Namlea. Usai dari sana, baru mereka mampir ke rumahnya menurunkan pasir dari truk. (S-31)