AMBON, Siwalimanews – Dalam masa PSBB transisi  yang telah berlangsung seminggu lebih ini, bidang fasilitas umum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ambon intens memantau daerah yang rawan pelanggaran.

Ketua Fasum Gustu Kota Ambon, Richard Luhukay menjelaskan, dalam masa PSBB transisi ini, tingkat pelanggaran yang dilakukan masyarakat sudah sangat minum.

Kendati demikian, pihaknya intens melakukan pantauan pada daerah rawan seperti pasar, mall, restoran, lokasi kuliner malam dan sebagainya yang bisa menimbulkan klaster baru.

Kepada Siwalima di Ambon, Senin (27/7) Luhukay menjelaskan, tingkat kesadaran warga Kota Ambon untuk taati protokol kesehatan sudah sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pelanggaran yang temukan di lapangan minim.

“Kita berkaca dari PSBB tahap I dan tahap II ada, tetapi di PSBB transisi ini pemahaman masyarakat mulai membaik dimana jumlah pelanggaran juga menurun,” katanya.

Baca Juga: Besok, RS Siloam Resmi Beroperasi

Ia mengakui, awalnya ketika PSBB I diterapkan banyak warga yang tidak patuh terutama pada daerah-daerah yang rawan, namun dalam perjalanan sampai pada PSBB transisi ini ternyata kesadaran masyarakat sudah sangat signifikan.

“Kita pantau ketat itu kuliner malam, pasar, mall. Kalau mall juga sudah terapkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Ia menegaskan, jika kulnier malam tak menaati aturan maka sudah tentu sanksi denda akan diterapkan.

Luhukay meminta agar masyarakat tetap mentaati seluruh perintah yang diberikan oleh pemerintah sebab menurutnya pemerintah tidak akan melarang tanpa ada sebabnya. (Mg-6)