AMBON, Siwalimanews – Setelah Ramly Umasugi menyatakan keinginannya untuk maju di Pilkada Maluku, giliran Febry Calvin Tetelepta menyatakan kesiapan untuk bertarung di pilkada Maluku 2024 mendatang.

Deputi I Bidang Infrastruktur, Energi dan Investasi, Kantor Staf Kepresidenan itu mantab untuk melaju untuk melawan Murad Ismail.

Walau pilkada masih dua tahun lagi, namun Febry mengaku mem­persiapkan diri sejak dini, apalagi Partai Golkar telah merekomen­dasikannya beserta sejumlah tokoh lain di Maluku.

“Itu artinya, Partai Golkar punya pertimbangan yang matang, dan saya melihat bahwa pasti semua orang ingin membuat yang terbaik untuk Maluku,” katanya kepada Siwalima di Ambon, Jumat (15/10).

Seperti diberitakan, Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi memastikan untuk maju di Pilkada Maluku, tahun 2024.

Baca Juga: PDIP: Murad Masih Unggul

Bupati dua periode itu tak gentar dengan satupun calon, termasuk Murad Ismail.

Kesiapan dirinya bertarung di Pil­kada Maluku tahun 2024 disam­paikan pada puncak peringatan HUT ke 22 Kabupaten Buru, yang digelar di halaman Kantor Bupati Buru, Kamis (14/10) pagi.

Dukungan Golkar

Febry mengatakan, salah satu faktor yang mendorongnya untuk maju di Pilkada adalah, rekomendasi Partai Golkar itu mendorongnya untuk membuat yang terbaik untuk Maluku di masa mendatang.

“Saya rasa Golkar sudah rekomendasikan saya untuk salah satu calon gubernur, karenanya saya juga akan membuat yang terbaik untuk Maluku,” janjinya.

Tidak mudah bertarung di Pilkada gubernur, namun bagi Febry, kesiapan mental dan lainnya merupakan senjata utama.

Kepercayaan dari Golkar dan partai lainnya jika Tuhan berkehendak, akan menjadi kesiapan yang matang baginya untuk berkontestasi dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.

“Bohong kalau bilang kita tidak siap,” tegasnya.

Dinamis

Walau secara gamblang menyata­kan kesiapannya mencalonkan diri sebagai Gubernur Maluku, namun Febry akan terus membaca gerak politik dengan melakukan komu­nikasi untuk mendapatkan kenda­raan politik lainnya.

Termasuk dalam komunikasi-komunikasi politik tersebut bisa saja Febry merubah posisi dari gubernur ke calon wakil gubernur Maluku. Karena menurutnya, proses sangat dinamis sehingga perlu berkoordinasi dengan tim.

“Prosesnya sangat dinamis, dan saya harus tanya teman-teman da­lam hal ini tim saya,” ujarnya. (S-32)