AMBON, Siwalimanews – PT PLN (Persero) akan melakukan dedieselisasi atau mengganti 38 pembangkit listrik tenaga diesel yang tersebar di Maluku dan Maluku Utara menjadi pembangkit listrik tenaga surya.

Dedieselisasi merupakan langkah PLN menyubstitusi pembangkit listrik yang mengonsumsi BBM ke pembangkit yang memanfaatkan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan.

Langkah ini juga menjadi upaya perseroan mengeksplorasi sumber-sumber energi ramah lingkungan serta menggali potensi energi setempat yang bisa dikembangkan di masa mendatang.

“Ini adalah upaya dari PLN untuk meningkatkan penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan, sesuai dengan semangat transformasi kami, yaitu green. Selain itu, langkah ini juga akan meningkatkan layanan dan kualitas listrik di daerah terpencil,” ujar executive vice president komunikasi korporat dan CSR PT PLN, Agung Murdifi dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Jumat(26/3).

Direncanakan dari total 200 pembangkit yang akan di dedieselisasi pada tahap I ini se-Indonesia, 38 di antaranya terdapat di Maluku dan Maluku Utara dengan total kapasitas 65,6 MWp.

Baca Juga: Mabes Polri Minta Polda Maluku Topang Kinerja KPK

Dedieselisasi pada 38 PLTD tersebut ditargetkan akan rampung pada tahun 2024 nanti.

“38 PLTD ini termasuk tahap I. Nantinya akan bertambah lagi sesuai dengan roadmap yang telah ditentukan,” ujarnya.

Adapun beberapa PLTD yang akan didedieselisasi diantaranya, PLTD Tahalupu, PLTD Buano, PLTD Geser, PLTD Kesui, PLTD Taniwel, PLTD Jerol, PLTD Galo-Galo serta PLTD lain tersebar di Maluku Malut.

Sebagai informasi PLN juga telah meluncurkan program konversi PLTD ke pembangkit baru yang berbasis EBT pada 2 November 2020 lalu.

Sekitar 5.200 unit mesin PLTD yang terpasang di wilayah Indonesia, tersebar di 2.130 lokasi dengan potensi untuk dikonversi ke pembangkit berbasis EBT sebesar ±2 GW. Program Konversi PLTD ini akan dilakukan secara bertahap.

Pada tahap I, PLN akan melakukan konversi terhadap PLTD di 200 lokasi dengan kapasitas 225 MW. Konversi tahap awal ini dilakukan dengan memilih mesin PLTD yang telah berusia lebih dari 15 tahun dengan mempertimbangkan kajian studi yang telah dilakukan. Sementara tahap kedua dan ketiga, masing-masing 500 MW dan 1.300 MW.

“Strategi dedieselisasi dilakukan PLN sebagai upaya mewujudkan komitmen mencapai target EBT sebesar 23 persen pada 2025 mendatang,” ucapnya. (S-51)