AMBON, Siwalimanews – Sedikitnya tercatat 13 kader Partai Demokrat Maluku, menghadiri Kongres Luar Biasa (KLB), di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3) siang.

Mereka yang hadir diantaranya, Marcus Pentury dan Jansen Hehanussa mewakili DPC Kota Ambon, Ricky Aipituley, dan Simon Tehuayo yang hadir mewakili unsur DPD Maluku.

Selanjutnya dari DPC Maluku Tengah, ada nama Tonji Ubyaan, Josias Soumokil dan Julius Manduapessy, Mantan Anggota DPRD Kabupaten SBT, Bahrum Wadjo dan Saiful Pattiiha dari SBB.

Ketua Partai Demokrat Maluku, Elwen Roy Pattiasina belum mau berkomentar soal kehadiran sejumlah kader di The Hill Sibolangit, Deli Serdang.

Roy meminta Siwalimanews bersabar sampai Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono selesai melakukan konfresi pers di Jakarta.

Baca Juga: Tuasikal: Investasi Ujung Tombak Perekonomian Daerah

“Saya no comment dulu sambil menunggu Ketum AHY selesai konfrensi pers di Jakarta,” ujarnya, kepada Siwalimanews, melalui telepon selulernya, Jumat (5/3) malam.

Dihubungi terpisah, pelaksana Tugas Ketua DPC Partai Demokrat Kota Ambon, Marcus Pentury mengakui dirinya mengikuti KLB Partai Demokrat bersama 12 pengurus.

Menurutnya, pengurus yang menhadiri KLB Deli Serdang berasal dari DPD Maluku, DPC Malteng, Malra, SBT dan SBB,” tandas Pentury, kepada Siwalimanews, melalui telepon selulernya, Jumat (5/3).

“Memang benar saya ikut KLB bersama 12 pengurus baik dari DPD, DPC Malteng, Malra, SBT dan SBB,” ujar mantan Anggota DPRD Maluku ini.

Menurutnya, dia dan teman-teman menghadiri KLB adalah untuk menyelamatkan partai. ” Prinsipnya kami hanya ingin menyelamatkan partai,” tandasnya.

Dikatakan Pentury, KLB adalah hal yang lumrah dalam sebuah organisasi, walau berbagai pihak menilai bahwa KLB ini adalah dualisme.  “KLB itu hal lumrah yang dilakukan dalam sebuah organisasi,” tandasnya.

Disinggung soal ancaman pemecatan sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Ambon, mantan anggota DPRD Maluku ini mengatakan, ancaman pemecatan itu karena adanya sikap tegas dan instruksi dari DPP.

“Itu karena ada instruksi dari DPP sehingga DPD juga harus menjalankan instruksi itu. Bagi saya, silahkan saja tapi kami ingin selamatkan partai,” cetusnya. (S-16)