AMBON, Siwalimanews – Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena minta setiap sekolah, baik pada jenjang SD maupun SMP, agar transparan terhadap proses penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2003-2024.

Hal ini perlu diingatkan walikota, lantaran banyaknya keluhan orang tua murid terhadap proses PPDB yang dinilai tidak transparan yang dilakukan oleh sejumlah sekolah, terutama pada sekolah-sekolah favorit, karena diduga adanya siswa titipan.

“Kita tentu berharap sistem PPDB ini minimal menjadi cara kita untuk lebih objektif. Itu berarti, harus dilakukan secara transparan, tidak boleh ada titip-titipan dan lain sebagainya,” ucap walikota kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (5/7).

Walikota menegaskan, jika ada laporan terkait hal itu, maka pihaknya akan memberikan sanksi, baik teguran bahkan hingga pencopotan jika berdampak fatal, terhadap jabatan kepala sekolah tertentu.

“Karena kalau ada seperti itu fatal dan memperlakukan Pemkot Ambon. Maka sanksinya itu,” tegas walikota.

Baca Juga: Tumalang Buka Badar Klasis PP Aru

Untuk itu, walikota mengingatkan pihak sekolah untuk transparan terhadap proses ini, mengingat selama ini yang menjadi kekhawatiran masyarakat, termasuk pemerintah adalah sistem manual yang dilakukan tidak sesuai aturan, yang mana itu lebih mengutamakan anak-anak hasil titipan, sehingga diharapkan untuk tahun ajaran baru ini, seluruh sekolah dapat menjalankan PPDB sesuai aturan yang ditetapkan, yakni lewat 4 jalur, yaitu zonasi, afirmasi, porestasi dan perpindahan orang tua.

“Selama ini yang dikhawatirkan masyarakat adalah cara-cara manual, yaitu siapa dekat atau siapa yang kenal, maka anaknya yang bisa masuk ke sekolah-sekolah tertentu. Tapi dengan PPDB, apalagi ada yang dengan online, kita berharap dapat meminimalisir yang disebut dengan nepotisme-nepotisme itu,” tandas walikota. (S-25)