Tak ada Perhatian Pemerintah, Warga Inisiatif Perbaiki Jalan yang Rusak

PIRU, Siwalimanews – Jalan utama lintas Piru Huamual, tepatnya di wilayah kilo satu, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat yang mengalami rusak parah, luput dari perhatian pemerintah kabupaten, hal ini membuat warga harus mengambil inisiatif menambal jalan yang rusak tersebut.
“Jalan ini merupakan jalan utama di Kota Piru, seharusnya jadi perhatian penuh, tetapi dibiarkan berlobang begitu saja selama kurang lebih empat tahun terakhir ini. Akibatnya warga yang melintas harus ekstra hati-hati. Tetapi saat ini warga tak perlu khawatir lagi, karena jalan ini kita sudah tambal atas swadaya kami sendiri,” ungkap warga Piru, Viktor Amanupunyo saat ditemui Siwalimanews di sela-sela penambalan jalan itu, Rabu (19/03).
Menurutnya, dengan kondisi jalan yang berlubung dan sangat memperhatikan serta menganggu aktivitas masyarakat yang melintas, sehingga ia dan bebrapa rekannya berinisiatif untuk memperbaiki dengan cara menambal kerusakan.
Penambalan jalan berlobang ini, dilakukan dengan cara menggunakan semen dan pasir sertai batu kerikil kecil untuk lakukan pengecoran, atas inisiatif ini sehingga jalan tersebut sudah mulai terlihat sedikit membaik dan tidak berlobang lagi
Seharusnya kerusakan jalan ini butuh perhatian pemerintah, selain jalannya sempit denga arus lalu lintas yang cukup padat, pada bahu jalan itu juga terdapat banyak lubang, sehingga kerusakannya sampai pada semua badan jalan.
Baca Juga: Tak Ditemukan BB, 6 Terduga Pelaku Narkoba Jalani RehabilitasiDengan kerusakan jalan ini, tentunya sangat membahayakan para pengendara. Namun, jalan ini selalu luput dari perhatian pemerintah, sehingga program pelebaran dan perbaikan tak pernah menghampiri jalan tersebut.
“Dengan banyaknya lubang di jalan itu, kami berinisiatif untuk melakukan penambalan. Hal itu juga didorong rasa prihatin apa bila terjadi kecelakaan di jalan berlubang itu. Kasihan pengguna jalan, karena sudah sering kali sepeda motor kesenggol dan jatuh, karena menghindari lubang. Bahkan di musim hujan jalan berlobang tidak bisa dilihat karena tertup air. Hal ini yang mengakibatkan kecelakaan,” tuturnya.
Atas kerusakan yang cukup parah ini menurutnya, membuat hati mereka tergerak untuk menimbun lubang jalan itu, karena mereka tidak ingin kerusakan jalan terus memakan korban. Tidak hanya kendaraan yang saling bersenggolan, emak-emak juga sering terjatuh di jalan yang kian hari semakin dalam dan melebar lubbangnya.
“Yang kasian itu ibu-ibu kalau bawa anak sekolah, ada juga yang jatuh di lubang itu. Saya juga tak paham kapan jalan disini diperbaiki pemerintah. Saya ikhlas saja, hitung-hitung olahraga kalau nimbun lubang jalan ini, semoga tidak ada lagi yang jadi korban karena jalan rusak ini,” ucapnya.
Ia berharap, dengan adanya bupati yang baru ini, kiranya segera membenahi ruas jalan yang berlubang di wilayah kilo satu, Desa Piru menuju Kantor DPRD, sehingga masyarakat sekitar atau pengguna jalan lainnya tidak ada lagi yang menjadi korban. Karena saat ini sedang musim hujan, sehingga jalan yang sudah ditambal ini tidak akan bertahan lama.
“Mudah-mudahan pemerintah cepat perbaiki jalan disini, kalau saya ada waktu dan diberikan kesehatan, menimbun jalan seperti ini, ya anggap saja berbuat baik dengan sesama. Kalau urusan pemerintah saya tidak paham juga,” cetusnya.(S-18)
Tinggalkan Balasan