AMBON, Siwalimanews – Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Yance z Rumahuru optimis IAKN Ambon bertransformasi menuju Universitas Kristen Negeri.

“IAKN Ambon sangat siap untuk bertransformasi  menjadi Universitas Kristen Negeri  dan diakhir tahun lalu, kami sudah pemenuhan satu syarat  yang sebetulnya bagi kami sangat menentukan adalah program studi umum dan fakultas umum dan kami sudah memilikinya, kemudian SDM, sarana pra sarana, kami sudah memiliki. Jadi pemenuhan PMA itu sudah dilakukan,” ungkap Rumahuru, kepada Siwalima, di ruang kerjanya, Kamis (6/3).

Dirinya berharap, data-data pendukung yang lain dapat ditelaah oleh Kementrian Agama dan pihaknya bisa pemenuhan pengusulan itu secepatnya.

“Soal kedepan dan setelah menjadi universitas mahasiswa seperti apa namun kami optimis bahwa dengan membuka prodi yang baru, umum dan bidang agama yang menjadi kebutuhan masyarakat maka pasti mahasiswa dapat memilih kuliah di IAKN Ambon. Jadi kami menunggu kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Agama melanjutkan usulan kami ke Menpan RB dan kemudian dilanjutkan sehingga kami siap untuk dikunjungi,” katanya.

Saat ini, kata rektor, pihaknya  sudah dan sedang menyiapkan reakreditasi  baik untuk prodi sehingga dirinya berharap akan ada penambahan prodi yang unggul dan kemudian sedang menyiapkan akreditasi institusi dari segi tata kelola Perguruan Tinggi, semua akan dilakukan dalam tahun ini.

“Kami pastikan bahwa tata kelola perguruan tinggi diperhatikan dengan baik dan proses maupun input, output dan income sudah menjadi tujuan kami untuk dilakukan dengan baik,” katanya.

Ia menjelaskan, hingga kini IAKN Ambon baru memiliki 1 prodi yang terakreditasi  A atau unggul yakni prodi Pendidikan Agama Kristen dan diharapkan dan optimis bisa bertambah satu atau dua dalam tahun ini berdasarkan borang akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) maupun Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).

“Kami sudah menghitung dengan asesor yang kami miliki dan untuk mendapatkan prodi yang sebelumnya terakreditasi B atau sangat baik berpotensi untuk naik ke akreditasi A atau unggul,” terangnya.

Ia menyebutkan, saat ini mahasiswa IAKN Ambon berjumlah 3.400, dirinya berharap jumlah ini akan bertambah terus.

“Sebenarnya kami tidak muluk-muluk tetapi kami targetkan setiap tahun ada penambahan, artinya kalau setiap tahun rata-rata jumlah mahasiswa 600 hingga 700 orang maka itu sudah menjadi standar kita sehingga ketika menjadi universitas nantinya bisa menargetkan 1.000 orang karena kami punya 20 prodi dan ada 7 prodi umum yang mendulang penambahan jumlah mahasiswa karena prodi yang berkebutuhan masyarakat dan ada prodi yang belum ada di daerah Maluku misalnya Prodi Arsitektur, Teknik Industri yang fokus pada menfacture, desain produk sementara prodi lainnya menjadi minat masyarakat misalnya pariwisata, ilmu komunikasi, ilmu sosial keagamaan dan budaya menekankan dua subjek besar yakni subjek agama dan subjek budaya dipelajari dari berbagai perspektif yang akan menjawab kebutuhan masyraakat di bidang apapun,” jelasnya.

Sementara di fakultas ilmu pendikan kristen, lanjut dia, dengan prodi pendidikan agama kristen dan bimbingan konseling kemudian prodi yang berkembang sampai saat ini PAUD kemudian prodi teknologi pembelajaran dan teknoligi pendidikan, maka itu juga prodi yang tidak ada di Maluku padahal kebutuhan untuk merancang kurikulum baik di sekolah maupun perguruan tinggi sangat membutuhkan prodi tersebut.

“Prodi sosiologi juga untuk menjawab kebutuhan guru yang sangat dibutuhkan di SMA selama ini hanya ada mahasis­wa lulusan ilmu sosial yang me­-ngajar sosiologi, prodi pendidi­kan bahasa inggris memang ada di Unpatti namun kami meman­dang dan hasil survei itu juga menjadi kebutuhan sehingga IAKN Ambon juga membukanya.

Sementara Fakultas Sains dan teknologi dengan prodi yakni sistem informasi, teknik industri dan arsitektur sudah jalan selama satu tahun kami berharap prodi-prodi ini menjadi kebutuhan di tengah masyarakat dan mampu menyiapkan tenaga profesional untuk menjawab kebutuhan kerja dan masyarakat.

“Kami punya mahasiswa setiap tahun dari Papua itu rata-rata 30 orang tetapi ada juga dari Pulau Sumatera. Itu artinya IAKN Ambon menjadi salah satu perguruan tinggi yang diminati oleh masyarakat untuk menjawab kebutuhan masyarakat saat ini,” akuinya.

Disinggung soal efisiensi anggaran, rektor menjelaskan, IAKN Ambon saat ini sekalipun dalam kondisi negara yang efisiensi anggaran tetapi semua aktivitas akademik berjalan dengan baik dimana proses perkuliahan maupun aktivitas di kantor berjalan dengan baik. Itu artinya bahwa efisiensi anggaran tidak mempengaruhi proses perkuliahan.

“Memang ada kegiatan yang tidak bisa jalan termasuk dengan belanja modal tetapi bahwa hal utama  terkait dengan hak-hak pegawai dan ASN tidak berpengaruh begitu juga bantuan sosial berupa bea siswa bagi mahasiswa tidak masuk dalam efisiensi sehingga  mempengaruhi aktivitas di IAKN Ambon. Sekarang kita sudah masuk semester baru dan berjalan sejak Februari kemarin karena itu kami berharap bahwa mahasiswa, dosen semua dapat bersinergi memajukan IAKN Ambon lebih baik kedepan,” pinyanya.  (S-08)