AMBON, Siwalimanews – Ribuan umat Muslim di Kota Ambon, Senin (31/3), mengikuti Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah di Lapangan Merdeka.

Bertindak sebagai Imam Imam dalam Shalat Id yang berlangsung khusyuk pukul 07.30 WIT, Ustadz Ibnujarir dan Khatib Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath.

Warga dari seluruh pelosok Kota Ambon terlihat mulai berdatangan sejak pukul 05.30 WIT. Tidak hanya Lapangan Merdeka dan Taman Pattimura, namun ruas Jalan Sultan Hairun, Jalan AY Patty dan pelataran Kantor Gubernur Maluku dipadati mereka untuk shalat Idul Fitri.

Dalam Khutbahnya, Wakil Gubernur mengatakan Idul Fitri merupakan refleksi dari 30 hari berpuasa selama Bulan Ramadhan. “Sepatutnya hari ini kita merayakan kemenangan sejati yang merdeka dari perbudakan hawa nafsu,” katanya.

Baca Juga: Ribuan Umat Muslim di Aru Gelar Sholat Id

Ia melanjutkan sebagai Umat Islam, Bulan Ramadhan yang telah berlalu hendaknya menjadi ladang pembelajaran agar menjauhi nafsu amarah serta tak terjebak dalam nafsu setan.

“Nafsu itu mengakibatkan umat manusia dari masa ke masa terjerumus ke dalam kemungkaran, Nabi Adam terusir dari surga, Habil dan Qabil saling bunuh, bahkan Firaun menjelma menjadi sang diktator tirani absolut yang mengkultuskan dirinya jadi Tuhan,” jelasnya.

Oleh sebab itu, kata dia, seiring dengan perkembangan zaman saat ini umat Islam harus meningkatkan keIslaman dan keikhsanan kepada Allah agar kita semakin dekat dengan Allah.

“Mari kita bangun budaya kalesang diri atau berbenah mulai dari menjaga kebersihan dan kesehatan jiwa dan raga, merawat keluarga, menuntut ilmu, berusaha hingga merawat persaudaraan untuk membangun Maluku tanah pusaka yang sama-sama kita cintai,” katanya.

Sebagai wujud toleransi antar umat beragama, pelaksanaan ibadah Shalat Idul Fitri selain dijaga ketat aparat keamanan dan instansi terkait, juga turut dikawal puluhan pemuda lintas agama.

Setelah Sholat Idul Fitri, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Forkopimda, tokoh lintas agama, hingga Pimpinan OPD non Muslim, hadir dan bersilaturahmi dengan masyarakat. (S-20)