BULA, Siwalimanews – Proyek pembangunan talud penahan ombak di pantai wisata Gumumae, Kota Bula, milik Dinas Pariwisata Kabupaten Seram Bagian Timur yang baru dibangun bulan Oktober 2020 lalu ambruk.

Proyek yang bersumber dari APBD SBT Tahun 2020 sebesar Rp.1.475.474.000,00, dikerjakan oleh CV Julion Jaya Pertama itu ambruk akibat dihantam ombak. Pembangunan talud penahan ombak yang dibangun dimaksudkan untuk mencegah terjadinya abrasi ambruk pada Minggu (17/1).

Ambruknya talud penahan ombak ini bukan baru pertama kali terjadi, sebelumnya pada bulan November 2020 juga ambruk sepanjang 50 meter. Akibatnya pihak perusahaan mengerjakan kembali namun sayang kembali ambruk pada Minggu (17/1).

Diduga kontruksi bangunan talud yang dibangun tidak kuat, sehingga tidak mampu menahan ombak. Secara prosedur pekerjaan sebelum melakukan pembangunan sebuah talud penahan ombak di kawasan pantai atau pesisir, konsultan lapangan harus benar-benar mengetahui pasti tentang kedalaman maupun jarak antara laut dan pesisir pantai.

Bukan saja disitu, semestinya pihak kontraktor maupun pihak dinas memastikan kontruksi terutama kekuatan mutu beton pada proyek tersebut, agar proyek yang ditargetkan bertahan lama ini tidak ambruk seperti yang terjadi saat ini.

Baca Juga: DPRD Dorong Pemerintah Perkuat Sosialisasi Vaksin

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Parawisata Kabupaten SBT, Djainal Vanath tidak berhasil dikonfirmasi melalui sambungan telepon. Djainal juga tidak berada di kantornya. (S-47)