AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Provinsi Maluku mendapat bantuan tujuh unit alat katerisasi dari Kementerian Kesehatan. Bantuan ini diperoleh, setelah Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa berhasil melakukan lobi ke kementerian tersebut.

Langkah strategis gubernur ini, sebagai bentuk komitmennya dalam memastikan pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat Maluku.

Tujuh unit alat katerisasi jantung atau cath laboratory bantuan Kemenkes ini diperoleh Maluku di saat kondisi keuangan daerah yang tidak stabil akibat efisiensi anggaran.

Kepastian bantuan alat katerisasi jantung ini diperoleh, setelah gubernur didampingi Plt Direktur RSUD dr Haulussy Novita Nikijuluw dan Kabid Pelayanan RSUD Haulussy Enselin Nikijuluw, bertemu pihak Kemenkes di Jakarta, Rabu (26/3) lalu.

Gubernur dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Sabtu (29/3) menjelaskan, pertemuan bersama pihak Kemenkes bertujuan untuk membicarakan pengadaan fasilitas bedah jantung, bedah syaraf dan bedah-bedah lainnya, sebab selama ini fasilitas tersebut belum ada di Maluku, kecuali di RSUP Leimena.

Baca Juga: Pelabuhan Namlea, Siap Hadapi Arus Mudik Lebaran

Apalagi di Maluku saat ini kata gubernur, terdapat 28 ribu orang yang terdiagnosa menderita penyakit jantung dan dari jumlah ini, ada sekitar 8 ribu orang termasuk kategori kritis.

“Penyakit jantung adalah penyakit yang paling banyak merenggut nyawa. Penyebab kematian tertinggi itu sakit jantung. Saya tidak mau masyarakat Maluku berobat lagi di luar daerah seperti dirujuk ke Makassar. Sudah jauh, makan biaya, kasihan. Kita siapkan fasilitasnya, SDM dan kesejahteraan,” tulis gubernur.

Menurut gubernur, pihaknya akan menindaklanjuti bantuan tersebut dengan membangun fasilitas pendukung yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah sakit, sehingga kedepan tidak ada lagi masyarakat Maluku yang berobat ke luar daerah, seperti rujukkan ke Makassar karena biaya tinggi.

Selain itu, untuk membantu melayani masyarakat fasilitas ini bukan saja di RSUD Haulussy, namun akan dibangun juga pada RSUD pada beberapa kabupaten/kota di Maluku.

“Koordinasi sudah jalan, seperti Kabupaten Maluku Tengah, SBT, SBB, Buru, Buru Selatan, MBD dan Kota Tual,” jelas gubernur.

Masih dalam rilis itu, Plt Direktur RSUD Haulussy Ambon Vita Nikijuluw menambahkan, untuk lokasi cath lab nantinya tidak jauh dari IGD.

“Lokasinya tidak boleh jauh dari IGD dan tidak sampai 10 menit karena ketentuan Kemenkes dalam melayani pasien kardiovaskular tidak boleh melebihi 15 menit jaraknya,” tulis Nikijuluw.

Menurut Nikijuluw, pihaknya sudah komunikasikan dengan konsultan yang akan melakukan survei untuk pembangunan Cath Lab dan diupayakan paling lambat 2027 sudah selesai pembangunannya.

“Target dan keinginan pak gubernur, lebih cepat lebih baik jadi sambil menunggu proses itu berjalan kita akan fokus untuk melakukan peningkatan SDM terkhusus para tenaga medis, dokter spesialis dan perawat,” imbuhnya.

Nikijuluw memastikan, usai lebaran pihaknya akan mengadakan pelatihan yang diperuntukan bagi dokter dan perawat, sebab untuk menangani pelayanan pasien kardiovaskular harus perawat khusus.

“Jadi awal bulan April diadakan pelatihan dan yang menjadi perwakilan dari kabupaten/kota penerima cath lab,” jelas Nikijuluw.(S-20)