Ribuan Umat Muslim di Aru Gelar Sholat Id

DOBO, Siwalimanews – Ribuan umat muslim di Kabupaten Aru melaksanakan sholat Idul Fitri 1446 Hijriyah dengan penuh hikmah.
Sholat Id yang dipusatkan di Jalan Pemda Raya, tepatnya di depan Kantor Bupati Aru, Senin (31/3) dimulai pukul 07.20 WIT, namun terlihat para jamaah mulai memadati depan Kantor Bupati sejak pukul 06.00 WIT untuk menempati barisan yang telah disediakan panitia Sholat Idul Fitri.
Bertindak sebagai Imam pada pelaksanaan Sholat Id yakni, Ketua MUI Aru Ustad Idham Rumaf, sedangkan yang bertindak selaku khatib, Ustad Indriadi Fatukaloba.
Dalam khotbahnya, Ustad Indriadi Fatukaloba menyampaikan, pilkada yang baru saja selesai mengingatkan, bahwa demokrasi tidak sekedar melakukan rotasi atau pergantian kekuasaan.
Namun, sebagai sarana untuk menciptakan masyarakat yang adil untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera. Jangan pernah memanfaatkan demokrasi untuk kepentingan elit politik semata atau kepentingan partai dan kelompok tertentu.
Baca Juga: Diduga Akibat Kompor Meledak, Rumah Milik Keluarga Pattikawa Ludes Terbakar“Kita baru saja ditinggal oleh bulan Ramadhan, kita telah dididik selama 30 hari, kita dididik untuk mengendalikan pikiran kita, dididik untuk mengendalikan perasaan kita, dididik untuk mengendalikan segala perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT, inilah jihad yang paling besar dan utama,” ungkap Fatukaloba.
Dikatakan, seluruh masyarakat baru saja melalui sebuah hajat besar yaitu Pilkada, maka nilai puasa yang harus diwujudkan dalam perilaku adalah nilai puasa sosial, dimana umat dilatih harus menahan perasaan, berlatih menahan pikiran, berlatih menahan perilaku negatif kepada orang lain, menahan rasa benci kepada orang yang berbeda pilihan politik.
“Janganlah kalian saling memutuskan hubungan, jangan saling memalingkan muka, jangan saling membenci, jangan saling hasut, tetapi jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara dan tidaklah halal bagi seorang Muslim untuk mengabaikan dan tidak menyapa saudaranya,” tandas Ustad Indriiadi.
Selain itu kata Ustad Indriadi, Idul Fitri ini harus menjadi momen yang istimewa bagi umat Islam khususnya di Kepulauan Aru, sebab pasca pilkada telah terbelah menjadi dua kubu yang saling berhadapan.
Idul Fitri ini datang seolah-olah menjadi fasilitator untuk mendamaikan yang saling benci, karena beda pilihan politik. Momen Idul Fitri ini datang untuk menghapus label dan sebutan nomor 1 dan nomor 2.
“Saling menghormati, saling menghargai, saling mengasihi berkirim pesan atau langsung meminta maaf dapat mencairkan suasana, biarkan momentum Ramadhan yang telah berlalu membakar semua perbedaan kita, biarlah Ramadhan yang telah berlalu membakar adanya dugaan kecurangan dan ketegangan yang terjadi sepanjang proses pilkada. Mari kita kembali menjadi satu, kembali memupuk persaudaraan yang abadi di dunia hingga akhirat,” tutur Ustad Indriadi.
Usatd Indriadi juga mengajak para elit politik, untuk saatnya kembali bergandeng tangan menunjukkan kesejukan, karena kepentingan daerah ini diatas kepentingan pribadi, diatas kepentingan partai, diatas kepentingan suku dan diatas kepentingan kelompok.
Disamping itu, Idul Fitri kembali mengingatkan terutama pemimpin tentang esensi keberadaan di dunia dan kehidupan yang kekal di akhirat, sehingga umat ini akan bangga terhadap pemimpinnya.
“Jika ia menepati janji rakyat dan umat akan merasa senang jika amanah yang telah diberikan kepada pemimpinnya akan dibalas dengan balasan setimpal berupa kesejahteraan rakyat dan kemakmuran daerah ini. Ingatlah sehebat apapun kita akhirnya kita semua akan kembali kepada Allah SWT,” pesan Ustad Indriadi.
Pilkada dan Ramadhan telah berlalu, namun semangat ukhuwah Islamiyah yang telah dibangun bersama selama Ramadhan kata Ustad Indriadi, jangan pernah luntur.
“Mari kita ganti semua itu dengan kasih sayang, kita ganti semua itu dengan persaudaraan, senyumlah yang manis saudaraku, ulurkan tangan untuk saling bermaaf-maafan, kita buka lembaran baru yang masih putih dan kita tutup halaman lama yang mungkin banyak terdapat kotoran dan noda seraya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin,” himbau Ustad Indriadi.(S-11)
Tinggalkan Balasan