Pemerintahan Jauwerissa Mulai Diterpa Isu Korupsi

AMBON, Siwalimanews – Belum lama menjabat sebagai Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa mulai diterpa isu keterlibatannya dalam kasus korupsi.
Dugaan keterlibatan Jauwerissa dalam kasus korupsi tersebut, saat ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Tanimbar, dan dugaan ini akan dibongkar oleh mantan Bupati Tanimbar yang kini tersangka kasus SPPD fiktif, Petrus Fatlolon saat persidangan nanti.
Menyikapi isu tersebut, orang terdekat Jauwerissa Sony Hendra Ratissa kepada Siwalimanews melalui telepon selulernya, Sabtu (29/3) menyebut, pernyataan tersangka Petrus Fatlolon di media massa yang menyatakan, jika Ricky Jauwerissa terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi adalah hoax alias tak benar.
Ia bahkan menyentil, pernyataan Fatlolon tersebut asal-asalan karena sakit hati.
“Ini hanya sakit hati. Soal apakah itu, publik Tanimbar sudah paham. Terkait pernyataan Fatlolon kami pikir itu hanya selingan untuk menyenangkan pengikutnya. Toh jaksa juga pasti Tahan Jauwerissa jika benar terbukti. Tapi kenyataan Kasus SPPD Fiktif yang menyeret Kepala BPKAD, Yonas Batlajery Cs usai dan para terpidana sudah dieksekusi ke Lapas Saumlaki dan Jauwerissa sedang menjalankan pemerintahannya saat ini sebagai Bupati Tanimbar, jadi sebaiknya simpan saja sedihmu untuk perkaramu sendiri,” sentil Sony.
Baca Juga: Polisi Mulai Perketat Pengawasan Transportasi LautSony yang juga salah satu tim sukses Jauwerissa mengaku, penetapan Petrus Fatlolon tak ada kaitannya dengan Ricky Jauwerissa, sebab Jauwerissa telah terlepas dari isu-isu miring itu saat menjadi saksi dalam perkara korupsi BPKAD KKT.
Selain itu kata Sony, persidangan kasus korupsi SPPD fiktif yang menjerat Ruben Moriolkossu yang saat itu menjabat sebagai sekda dan Petrus Masela hingga pengembangan kasus dan kemudian Fatlolon ditetapkan sebagai tersangka, maka jaksa sudah pasti menetapkan Ricky Jauwerissa sebagai tersangka jika terlibat, sebagaimana pernyataan Fatlolon.
“Kan aneh, dia sendiri ditetapkan tersangka setelah fakta sidang Ruben dan Petrus Masela, sekarang mau cari panggung untuk goyahkan pemerintahan Jauwerissa. Jujur ini lucu saja, maling kok masih banyak ngoceh di ruang public,” tandas Sony.
Mestinya lanjut Sony, sebagai tersangka, dia harus mempersiapkan diri menghadapi proses hukumnya dan soal Jauwerissa, silahkan dibuktikan dalam persidangan saja.
“Saya ingatkan saja, nama Jauwerissa dilibatkan bukan di kasus Ruben tapi kasus John Batlayeri CS dan dalam Keterangan Jhon Batlayeri di pengadilan maupun di beberapa media, bahwa terkait dgn SPPD fiktif di BPKAD pihaknya tidak pernah berurusan dgn Jauwerissa sebagai wakil ketua DPRD KKT saat itu,” tegas Sony.
Sony yang juga mantan anggota DPRD Tanimbar periode 2009-2014 ini mengaku, tahu betul sifat dan watak Fatlolon yang selalu cari panggung.
Ia mengingatkan soal informasi SP3 kasus korupsi Fatlolon yang sengaja dimainkan.
“Jika publik Tanimbar masih ingat, sejumlah informasi yang sengaja dimainkan oleh hulubalangnya untuk melemahkan kejaksaan dengan menyebutkan jika kasusnya telah di SP3 menjadi catatan. bahwa dia lagi panik. Dengan demikian kami akan terus kawal dan bersama Bupati Tanimbar untuk hadang siapa saja yang coba melemahkan pemerintahan Jauwerissa<’ tegas Sony.
Sony juga menantang masyarakat Tanimbar, siapapun yang memiliki bukti terkait keterlibatan Jauwerissa dalam kasus-kasus korupsi, silahkan dilaporkan secara resmi ke aparat penegak hukum dan biarlah ditangani secara profesional.
Senada dengan Sony, rekannya yang lain Rully Aresyaman mengaku, sejumlah informasi yang disampaikan pihak Fatlolon adalah hoax.
Pasalnya pada proses praperadilan Fatlolon melawan Kejari Tanimbar ada salah satu isu yang dimainkan, bahwa kejari meminta sejumlah uang kepadanya dan dia memiliki bukti CCTV nyatanya juga hoax.
“Dulu bilang ada Bukti CCTV Hotel Amans, kejaksaan minta uang, eeee ternyata CCTV itu rekayasa,” ejek Rully.(S-26)
Tinggalkan Balasan