Imbar Optimis Bank Maluku-Malut Berkembang Ditengah Gejolak Ekonomi

AMBON, Siwalimanews – Direktur Utama Bank Maluku-Malut Syahrisal Imbar optimis, Bank Maluku-Malut tetap berkembang ditengah tantangan ekonomi global.
Ia mengaku, tahun ini menjadi tahun yang cukup berat bagi dunia perbankan secara nasional maupun local, karena kondisi ekonomi global yang masih bergejolak.
Beberapa tantangan berat tersebut ditandai dengan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika ditambah lagi dengan indeks IHSG sempat jatuh beberapa waktu terakhir.
Tak hanya itu, keputusan Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18-19 Februari 2025 yang memutuskan, mempertahankan BI-Rate tetap pada angka 5,75 persen juga ikut menjadi tantangan bagi perbankan.
“BI Rate diangka tinggi dan keputusan Bank Central Amerika yang tetap mempertahankan suku bunga, maka pasti likuiditas atau dana akan ketat. Ini yang menjadi tantangan perbankan kedepan termasuk yang dihadapi Bank Maluku-Malut,” kata Imbar kepada Siwalimanews melalui telepon selulernya, Kamis (27/3).
Baca Juga: Inflasi Terkendali, Gubernur Ancam Tindak Penimbun Bahan PokokMenurutnya, walaupun diperhadapkan dengan tantangan yang begitu berat, namun pihaknya tetap optimis Bank Maluku-Malut tetap bertahan dan berkembang.
Apalagi didukung oleh jajaran direksi dan komisaris yang baru hasil RUPS serta dukungan penuh dari pemegang saham pengendali yang memiliki visi besar.
“Tahun 2024 kemarin itu pertumbuhan perbankan nasional masih dibawah Bank Maluku. Labah bersih kita kemarin sebesar Rp148,05 miliar atau meningkat 15,55 persen year on year (yoy) sedangkan perbankan nasional hanya tumbuh 4 persen,” beber Imbar.
Imbar menegaskan, untuk mencapai pertumbuhan di tahun 2025, maka ada banyak hal yang harus dibenahi, termasuk strategi untuk meningkatkan laba bank.
“Memang banyak yang harus dibebani. Semua bank juga seperti itu, mana ada yang tidak, tapi kita tetap optimis akan terus berkembang untuk menjadi bank yang kuat di Maluku,” ucap Imbar.(S-20)
Tinggalkan Balasan