AMBON, Siwalimanews – Pemerintah kabupaten dan DPRD serta pihak Polres Malra, paling bertanggung jawab atas konflik yang terjadi antar dua kelompok pemuda yang mengakibatkan dua nyawa melayang dan belasan orang mengalami luka luka.

Penilaian ini dismapaikan anggota DPRD Maluku dapil Maluku Tenggara, Tual dan Aru Yunus Serang dikarenakan, konflik antar kelompok pemuda di Malra, terus terjadi tanpa ada penyelesaian yang pasti.

“Sebagai anggota DPRD Maluku, saya turut prihatin atas kejadian bentrok tersebut, dan turut  berduka cita atas meninggalnya dua saudara kita. Saya berharap agar kapolres, bupati dan DPRD Malra harus bertanggung jawab atas insiden itu. Karena insiden seperti ini bukan baru sekali, sudah berulang kali tetapi tidak tuntas penyelesaiannya,” tandas Serang kepada Siwalimanews di Baileo Rakyat Karang Panjang, Selasa (18/3).

Menurut Serang, kemungkinan pihak pemda dan DPRD disana ingin Gubernur Maluku turun untuk menyelesaikan masalah disana, sebab biasanya di Malra itu, kasus-kasus konflik seperti ini, mereka menunggu gubernur turun dulu baru menyelesaikannya.

“Saua contohkan kasus yang terjadi di Kei Besar, itukan mereka ulur-ulur waktu dan tidak tuntas penanganannya. Kalau mau dibilang ini hanya pengalihan isu,” duga Serang.

Baca Juga: Polres KKT Temukan Dugaan Kecurangan Volume Minyak Kita

Namun, terkait dengan isu apakah itu, dirinya enggan menyebutkannya, namun dirinya berpesan akan mengeceknya dalam waktu dekat.

“Nantilah dicek isu apakah itu? Yang pasti ini adalah bagian dari pengalihan isu,” tandas Serang.

Ia mengaku, dijamannya menjadi Wakil Bupati Maluku Tenggara, konflik seperti ini langsung dituntaskan.

“Di jaman saya dan Pak Andre memimpin Malra, konflik seperti ini tuntas. Ketika ada masalah saya selaku wakil bupati atas perintah bupati langsung turun ke masyarakat untuk menuntaskan konflik. Berikut peran Kesabangpol sebagai inteligen pemda juga mati suri. Padahal Kesbangpol itukan polisinya pemkab, ini sama sekali tidak ada peran dalam setiap konflik di Malra,” tandas Serang.

Serng juga menyoroti sejumlah unggahan video yang meminta Polda Maluku segera tangkap pelaku pembunuhan pasca konflik beberapa waktu lalu antar dua kelompok pemuda itu, menurutnya permintaan itu harus segera dipenuhi, Polri harus cepat tanggap untuk menyelesaikan dan menuntaskan persoalan ini.

Jangan hanya sebatas ketemu lalu selesai, tetapi harus ada efek jerah, sebab persoalan ini telah menimbulkan korban jiwa dan ini fatal sehingga perlu segera dituntaskan. Ia juga minta warga Malra untuk menjunjung tinggi falsafah orang Kei Ain ni Ain.

“Kepada warga Malra marilah kita menghargai dan menghormati bulan suci Ramadhan, oleh karena itu saya berharap kita senantiasa menjaga kerukunan umat beragama, apalagi falsafah kita Ain ni Ain, itu yang harus kita utamakan namun tidak menutup kemungkinan agar proses hukum tetap berjalan,” tutur Serang. (S-26)