AMBON, Siwalimanews – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Maluku belum melakukan audit kerugian negara kasus dugaan korupsi proyek saluran irigasi di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi.

Padahal, Penyidik Kejari Maluku Tengah telah menyerahkan dokumen proyek irigasi tersebut kepada BPKP sejak 1 April 2020 lalu. Koordinator Pengawasan Bidang Investigasi BPKP Perwakilan Maluku, Affandi mengaku pihaknya belum melakukan audit.

Meskipun demikian ketika didesak alasan belum mengaudit kasus tersebut, Affandi enggan berkomentar lebih jauh. “Belum audit,” kata Affandi singkat kepada Siwalima, Senin (13/7).

Untuk diketahui, dokumen yang diserahkan tim penyidik Kejari Maluku Tengah berupa, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi, dan tersangka serta sejumlah dokumen-dokumen lainnya yang berkaitan dengan proyek irigasi Sariputih tersebut.

Tunggu Hasil Audit

Baca Juga: Jaksa Koordinasi Polisi, Eks Sekda Buru Diserahkan Usai PSBB

Seperti diberitakan sebelumnya, Penyidik Kejari Maluku Tengah masih menunggu hasil audit penghitungan kerugian negara kasus dugaan korupsi proyek saluran irigasi di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi.

“Kita menunggu dokumen penghitungan kerugian negara dari BPKP. Kami pahami masalah penanganan Covid-19 ini mengakibatkan berbagai aktivitas tidak berjalan sebagaimana mestinya. Jadi tetap semua tuntas jika dokumen PKN kita kantongi serta Covid-19 sudah tertangani dengan baik,” kata Kasi Intel Kejari Malteng, Karel Benito kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Selasa (13/4).

Benito mengatakan, pandemi Covid-19 memberikan pengaruh dalam penanganan kasus-kasus yang ditangani pihaknya. Meski demikian, proses hukum tetap akan terus berjalan.

Pasok Dokumen

Seperti diberitakan, penyidik Kejari Maluku Tengah telah menyerahkan dokumen kasus dugaan korupsi proyek saluran irigasi di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah tahun 2026 senilai Rp 1.949.000.000 ke BPKP Perwakilan Maluku.

Dokumen yang dipasok termasuk BAP saksi dan tersangka untuk kepentingan audit kerugian negara.

“Tadi, kami sudah menyerahkan semua dokumen ke BPKP termasuk seluruh BAP saksi dan tersangka yang telah kami periksa,” kata Kasi Pidsus Kejari Malteng, Asmin Hamja melalui Kasi Intel Kejari Malteng, Karel Benito, kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Rabu (1/4).

Ia menjelaskan, dalam kasus ini pihaknya sudah memeriksa 17 saksi, termasuk tersangka, Benny Liando, yang merupakan kontraktor pemenang tender proyek irigasi Sariputih.

“Kami berharap dengan diserahkannya seluruh dokumen ini, BPKP bisa segera melakukan audit agar dapat diketahui berapa besar kerugian negara dari kasus ini,” harapnya.

Koordinator Pengawasan Bidang Investigasi BPKP Perwakilan Maluku, Affandi, mengaku, pihaknya telah menerima dokumen dugaan korupsi proyek saluran irigasi di Desa Sariputih, dan sementara ditelaah.

“Benar kita sudah terima dokumennya, kita telaah dulu,” kata Affandi, singkat kepada Siwalima, Rabu (1/4).

Sepeti diberitakan, Megi Samson dan Benny Liando ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek saluran irigasi di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Malteng.

Megi Samson adalah mantan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PU Provinsi Maluku, dan juga Kuasa Penguna Anggaran (KPA) proyek saluran irigasi di Desa Sariputih. Sedangkan Benny Liando, kontraktor yang memenangi lelang pekerjaan proyek itu.

Kejari Malteng sebelumnya juga sudah menetapkan tiga orang menjadi tersangka dalam proyek yang didanai APBD Maluku Tahun 2016 senilai Rp 1.949.000.000 itu. Mereka adalah kontraktor CV Surya Mas Abadi Yonas Riupassa, PPTK Ahmad Anis Litiloly dan pembantu PPTK Markus Tahya. Dengan demikian, dalam kasus ini sebanyak lima orang ditetapkan sebagai tersangka. (Cr-1)