AMBON, Siwalimanews – Aksi demo yang dilakukan oleh dua organisasi kepemudaan terbesar di Maluku yakni HMI dan GMKI pada Jumat (19/6) dipastikan akan terus berlangsung.

Pasalnya, keinginan mereka untuk bertatap muka dengan Gubernur Maluku Murad Ismail tak terwujud, lantaran hanya ditemui oleh Sekda Maluku Kasrul selang.

Aksi ratusan pemuda dari dua OKP ini, kemudian mendapat dukungan dari puluhan casis TNI AD yang tak lolos seleksi. Kontan dukungan tambahan ini sempat membuat aksi semakin memanas, apalagi pintu gerbang Kantor Gubernur Maluku tak kunjung dibuka.

Mahasiswa dan didukung para casis yang gagal, kemudian bahu-membahu mendorong pintu pagar Kantor Gubernur, namun juga mendapat halangan dari puluhan anggota Satpol PP dan anggota polisi yang dari dalam.

Aksi saling dorong antar ratusan mahasiswa dan anggota Satpol PP serta anggota polisi itu, sempat terhenti lantaran Sekda Maluku Kasrul Selang datang menemui para pendemo.

Baca Juga: Kapolda Cek Kesiapan KPU Jelang Pilkada di Empat Daerah

Namun kedatangan sekda ditolak oleh ratusan pemuda ini, sebab mereka hanya ingin bertatap muka langsung dengan Gubernur Maluku Murad Ismail.

Negoisasipun berjalan alot antara para pendemo dengan sekda dan akhirnya mereka bersedia untuk menerima penjelasan sekda di depan Kantor Gubernur sehingga para pendemopun dijinkan masuk.

Di depan sekda, perwakilan casis minta agar casis yang sudah gugur dalam seleksi, bisa dipermudah dan difasilitasi proses pemulangan ke kampung halaman mereka, karena keberadaan mereka sudah sangat lama di Ambon, yang berakibat kepada biaya hidup sehari-hari.

Sementara itu, Koordinator aksi Ramadan Mubarak menegaskan, pemprov harus transparan terkait anggaran dana Covid 19, serta menolak pelaksanaan PSBB.

“Kami Menolak diberlakukannya PSBB, karena dengan adanya PKM juga sudah menyusahkan kami apalagj untuk PSBB. Kami juga minta agar pemprov fasilitasi para casis untuk dikembalikan ke daerah asal masing masing,” tandas Mubarak.

Sekda Maluku Kasrul Selang didepan para pendemo menjelaskan, sebelum dikembalikan ke daerah asal terlebih dahulu semua casis ini harus dilakukan pengecekan kesehatan berupa rapid test sesuai dengan standar protokol Covid-19.

Selain itu juga pemrov harus menunggu konfirmasi dari pemerintah kabupaten/kota dimana adik-adik casis ini berasal, apabila pemkab dan pemkot sudah bersedia menerima maka secepatnya para casis ini difasilitasi untuk dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

“Kami dari pemprov sudah menyurati secara resmi kepada pemkab/pemkot dari masing masing casis dan sudah ditanggapi dan menyetujui untuk dipulangkan, namun dari hasil rapid tes ditemukan sebanyak tujuh orang casis hasilnya reaktif sehingga pemkab setempat tolak para casis tersebut dipulangkan dengan alasan agar para casis tidak membawa virus kepada masyarakat disana,” ungkapnya.

Namun, disaat sekda hendak menjelaskan soal transparansi anggaran serta penerapan PSBB, PJ Ketua Umum HMI menemui sekda dan minta agar gubernur menemui mereka.

“Maksud dan tujuan kita kesini yang pertama terkait kepulangan teman-teman casis. Itu sudah dijawab oleh pak sekda. Tujuan kami kesini bukan bertemu dengan sekda yang ingin ketemu sekda adalah teman-teman casis sedangkan kita inginkan pak gubenrur hadir disini. Karena pak gubernur tidak hadir saat ini, maka kami pastikan HMI tidak akan pernah berhenti untuk demo berjilid-jilid,” cetusnya.

Usai mengatakan hal tersebut, massa kemudian membubarkan diri dari halaman Kantor Gubernur. Di luar, mereka kemudian melakukan konsolidasi untuk nantinya akan melakukan aksi lanjutan usai Sholat Jumat.

Sementara para casis setelah mendapat penjelasan dari sekda, langsung membubarkan diri dengan aman dan lancar. (Mg-5)