AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Provinsi Maluku didesak untuk intensif dan berupaya menekankan laju inflasi yang akan terjadi selama bulan Suci Ramadhan 1444 Hijriah.

Ketua DPRD Maluku Benhur George Watubun kepada wartawan di Ambon, Sabtu (25/3) menjelaskan, sejauh ini pemprov melalui OPD terkait telah berupaya untuk melakukan langkah pengendalian stok bahan pokok dan masih terjaga hingga saat ini.

“Memang memasuki bulan Suci Ramadhan 1444 Hijriah ini, sejauh pandangan kami pemprov masih bisa mengendalikan stok bahan pangan dan juga pengendalian terhadap harga di pasar,” ungkap Watubun.

Namun, kondisi harga bahan pokok di pasar modern maupun tradisional kata Watubun masih dinamis, yang mana akan mengalami kenaikan sewaktu-waktu dan tentunya akan berdampak pada inflasi selama bulan Suci Ramadhan.

Salah satu langkah yang harus dilakukan pemprov maupun pemkab atau pemkot, yakni melakukan pantauan secara terus menerus di semua jenis pasar, dengan menggerakkan semua potensi yang dimiliki agar stok bahan pokok dan harga tetap terjaga.

Baca Juga: Alkatiri Ragukan Kerjasama Pemprov dan PT Bumi Perkasa Timur

Jika pantauan intensif tidak dilakukan dan harga bahan pokok tidak terkontrol, maka pasti akan terjadi kegaduhan secara ekonomi akibat dari inflasi yang terjadi secara berlebihan dan akan membebani masyarakat kecil.

Untuk itu ia memastikan sebagai pimpinan DPRD, pihaknya akan terus memberikan dukungan kepada pemprov untuk mengambil langkah-langkah antisipatif dalam menjaga harga bahan pokok.

“Kita tetap memberikan dukungan kepada pemerintah untuk melakukan langkah-langkah antisipatif dalam menjaga harga bahan pokok dapat dijangkau secara baik dan memenuhi stok dan harapan masyarakat sehingga memungkinkan untuk tidak terjadi kegaduhan secara ekonomi,” janjinya.(S-20)