AMBON, Siwalimanews – Pencarian tiga korban tenggelam KM Selgbadan Kamar Jaya yang dilakukan oleh tim SAR gabungan di hari ketiga belum membuahkan hasil.

Kapal 8 GT ini bertolak dari Dobo, Sabtu (23/5) sekitar pukul 15.00 WIT dengan membawa 19 penumpang, dihantam gelombang besar dan tenggelam di sekitar perairan Desa Dosimar.

“Hingga 16.10 WIT operasi SAR terhadap 3 Korban KM Selgbadan Kamar Jaya hari ini dengan hasil nihil, dilanjutkan besok hari,” jelas Kepala Basarnas Ambon, Muslimin, dalam rilis yang diterima Siwalima, Senin (26/5).

Tiga korban yang belum ditemukan yakni Kiki Sogalrey (16), Risky Kamarmir (1) serta Fitriah Kamarmir (8).

Sedangkan 10 penumpang selamat yakni Ahmat Kamarmir (17), Muhammad Yusuf Opem (72) Jamalia Kamarmir (17), Har Lama­-ni kamarmir (60), Larafi Laopa (40), Said kamarmir (45), Hasan opem (14), Rany Sogalrey (10), Absa Kamarmir (40), dan Suwinto (25).  Sedangkan 6 korban meninggal yakni, Johoria Opem (48), Naima Sogalrey (46), Base Kamarmir (46), Sapinang Kamarmir (77), Tegar Kamarmir (10) dan Sahrul Kamarmir (7). “Jadi proses pencarian akan dilanjutnya,” ujar Muslimin.

Baca Juga: Sistem Ganjil Genap akan Berlaku di Pasar Mardika

Tengelam 

Seperti diberitakan, Laut Aru kembali makan korban jiwa. Kali ini, KM Selgbadan Kamar Jaya yang membawa 19 penumpang dihantam gelombang besar dan tenggelam di sekitar perairan Desa Dosimar.

Sebanyak 6 penumpang meninggal dunia, 3 masih dalam pencarian tim SAR, serta 10 penumpang lainnya selamat.

Informasi yang dihimpun dari BPBD Aru menyebutkan, kapal nahas ini mengangkut 19 penumpang asal Desa Batu Goyoang yang hendak pulang kampung merayakan Idul Fitri bersama keluarga mereka.

“Kapal 8 GT ini bertolak dari Dobo sekitar pukul 15.00 WIT dengan membawa 15 penum­pang, kemudian sempat berlabuh dan mengambil 4 penumpang lagi di Desa Ngaibor, Kecamatan Aru Selatan,” ujar sumber Siwalima di BPBD Aru, Sabtu (23/5).

Setelah mengangkut penumpang dari Desa Ngaibor, kapal ini kembali berangkat menuju Desa Batu Goyang, Kecamatan Aru Selatan Timur. Sekitar pukul 22.00 WIT kapal dihantam gelombang besar disertai angin kencang mengakibatkan kapal terbalik.

Berdasarkan lokasi kontak terakhir posisi kapal berada pada 06° 542  203  S – 134° 3’23” E Perairan Pulau Trangan dengan jarak dari Dobo ke lokasi kecelakaan 69 NM, Heading 187.41° arah Selatan dari Dobo.

“Sekitar pukul 13.35 WIT, tim SAR gabungan dibawa pimpinan Kasad Polairud bersama 8 orang kru kapal KP Teluk Ambon milik Pol Airud bersama 2 anggota Koramil 1503-04/Jerol dan 3 Anggota Polsek KPPP  berangkat dari Dobo menuju lokasi laka laut di sekitar Tanjung Lelar Kecamatan Aru Selatan Timur guna melakukan pencarian korban yang belum ditemukan maupun melakukan evakuasi korban selamat dan meninggal dunia,” ungkap sumber itu. (S-39)