AMBON, Siwalimanews – Satu lagi pejabat Pemprov Maluku positif terpapar virus corona. Kali ini, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku, Sandi Wattimena.,

Sandi dinyatakan positif berdasarkan hasil uji sampel swab dengan metode Tes Cepat Molekuler (TCM).

Terpaparnya mantan Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas PUPR Maluku ini, menambah daftar pejabat di lingkup Pemprov Maluku yang positif terkena virus corona.

“Benar pak Sandi dinyatakan positif terpapar. Kita prihatin karena banyak pejabat terserang virus corona,” ujar Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Maluku Kasrul Selang kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Senin (13/7).

Kasrul menjelaskan, Wattimena masuk ke rumah sakit dengan keluhan demam sejak beberapa hari. Setelah dilakukan tes sampel swab dengan TCM, ia positif, dan sementara menjalani karantina di RSUD dr. M, Haulussy.

Baca Juga: Jumlah Pasien Sembuh di Maluku Naik Jadi 539 Orang

“Setelah kita periksa dengan menggunakan TCM ternyata hasilnya positif dan langsung dikarantina di RSUD,” terangnya.

Kasrul mengaku, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Kota Ambon untuk melakukan tracking terhadap orang dekat Wattimena.

“Kita belum tahu beliau terpapar dari mana, kita tunggu hasil tracking dari gugus kota dari mana pak Sandi terpapar,” ujarnya.

Ditanya soal informasi kalau istri dari Wattimewa juga ikut terpapar, Kasrul mengaku belum tahu. “Kalau pak Sandi benar, tapi kalau istrinya saya kurang tahu, nanti saya cek ibu Kadis Kesehatan,” tandasnya.

Sementara Sandi Wattimewa yang dikonfirmasi tadi malam juga membenarkan kalau dirinya positif terpapar virus corona. “Sekarang saya sudah di RSUD M Haulussy, sejak tadi sore,” ujar Sandi.

Sandi mengaku, sejak Karo Humas dan Protokol Setda Maluku, Melky Lohy dinyatakan positif, dirinya kemudian melakukan rapid test pada hari Selasa (7/7), namun hasilnya negatif.

Namun pada Rabu (8/7) dirinya merasa demam. Setelah mengkonsumsi obat, demannya turun. Tetapi keesokan harinya, ia kembali demam.

“Beta rapid kan non reaktif, tapi deman. Beta minum obat hari ini demam turun, besok demam lagi. Beta konsultasi dengan ibu Kadis Kesehatan, antua sarankan swab.  Beta kemudian ke RSUD, setelah diswab hasilnya positif TCM,” terang Sandi.

Sandi mengatakan, istri dan anaknya juga harus diswab untuk memastikan apakah mereka ikut terpapar atau tidak. “Mungkin besok istri dan anak akan diswab, semoga tidak terpapar,” ujarnya.

Sandi menambahkan, kondisinya saat ini baik-baik saja. “Beta punya kondisi baik,” ujarnya lagi.

Karo Humas Terpapar

Sebelumnya Karo Humas dan Protokol Setda Maluku, Melky Lohy positif terpapar Virus Corona. Ia saat ini sementara menjalani karantina di  RSUD dr. M Haulussy Ambon.

“Jadi pa Karo Humas positif Covid-19 sekarang sudah karantina di RSUD Haulussy,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Maluku, Kasrul Selang kepada wartawan di kantor Gubernur Maluku, Minggu (5/7).

Sebelum dinyatakan positif terpapar, Lohy sempat mengalami demam tinggi beberapa hari.

“Kemudian dilakukan tes dengan metode TCM di RSUD Haulussy, hasilnya sore tadi keluar positif,” jelas Kasrul.

Gugus Tugas Maluku akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Kota Ambon melakukan tracking untuk melacak dari mana Lohy terjangkit Virus Corona. “Tracking nanti Kota Ambon, kita akan koordinasi untuk mencari dari mana Karo Humas terpapar,” ujar Kasrul.

Selain itu, semua orang yang selama seminggu terakhir melakukan kontak dekat dengan Lohy akan ditelusuri.

“Pasti kita tracking dengan orang dekat, dan untuk memutus mata rantai beliau sudah menjalani proses karantina. Kita juga doakan mudah-mudahan cepat sembuh,” harapnya.

Sebelumnya beberapa pejabat juga sudah terpapar Virus Corona, yaitu Kadis Sosial Kota Ambon Nurhayati Jasin. Ia tertular dari salah satu stafnya.

Istri Sekda Maluku, Kasrul Selang ini melakukan karantina mandiri di rumah, dan sudah dinyatakan sembuh pada Kamis (21/5) lalu.

Kemudian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Maluku, Muhammad Marasabessy.

Mat, sapaannya terkonfirmasi positif berdasarkan hasil uji sampel swab yang dikeluarkan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL PP) Ambon, Rabu (27/8).

Ia lalu menjalani karantina di Diklat BPSDM selama 14 hari dan dinyatakan sembuh.

Selain itu, ada tiga pegawai Biro Umum yang sehari-hari bertugas di kediaman Gubernur Maluku, Murad Ismail di Desa Poka juga ikut terpapar. Ketiganya saat ini menjalani karantina di BPSDM Maluku.

Kemudian Kapala Bidang Kepegawaian RSUD dr. M. Haulussy, yang meninggal dunia pada  Kamis (2/7) dinihari di rumahnya.

Setelah dilakukan tes cepat dengan metode TCM dinyatakan positif dan dimakamkan dengan protokoler kesehatan. (S-39)