AMBON, Siwalimanews – Sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran sang juru selamat Yesus Kristus kedunia, ratusan warga keluarga besar Persekutuan Masyarakat Leawaka (pusaka) Haria merayakan natal bersama.

Perayaan natal keluarga besar Persekutuan Masyarakat Leawaka Haria ini berlangsung digedung gereja Maranatha, Jumat (10/12) yang dipimpin Pendeta Stev Gaspersz dan berlangsung secara hikmat.

Gaspersz dalam khotbah mengatakan warga masyarakat Negeri Haria dimana pun berada sesungguhnya harus menjadi pelaku-pelaku keadilan yang mendatangkan sukacita bagi seluruh umat khusus di Maluku.

“Mathius 21 ayat 18-25 ini merupakan suatu episode besar menjelang kelahiran Yesus Kristus dimana selaku orang percaya khususnya masyarakat negeri Haria, harus menjadi pelaku keadilan seperti yang diperankan oleh Maria ibu Yesus,” ungkap Gaspersz.

Apalagi dalam keberadaan selaku orang Maluku yang sering kali terkenal dengan budaya gengsi sehingga ketika merasa ada keputusan yang tidak diterima dimasyarakat, artinya seringkali sesuatu yang benar pasti ditolak dan faktor inilah yang membuat potensi besar tetapi karena dikungkung oleh rasa malu sehingga potensi yang ada terpendam.

Baca Juga: Pahami Manfaat dan Kewajiban Kredit

Menurutnya, masyarakat negeri Haria yang tersebar di rayon harus melihat potensi yang ada dan ketika Tuhan menempatkan itu dalam masyarakat harus dapat mengubah dunia dengan potensi yang ada, sebab Tuhan telah menyiapkan warga masyarakat Negeri Haria sebagai calon-calon pemimpin besar.

Sementara itu, penjabat Kepala Pemerintah Negeri Haria, Lusi Manuhutu dalam sambutannya mengatakan kedatangan Yesus kedunia bukan untuk orang yang besar tetapi untuk mengangkat harkat dan martabat manusia dalam kesadaran bahwa dosa begitu banyak sehingga membutuhkan kerendahan hati dan kesadaran diri untuk memahami.

Perayaan Natal dalam rangka menyambut kelahiran Yesus Kristus, sesungguhnya mengambarkan kesederhanaan. Yesus datang bukan untuk orang penting atau memiliki pangkat tinggi, tetapi untuk mengangkat harkat dan msrtabat seluruh umat manusia.

“Sehingga natal ini membutuhkan keremdahan hati, kesadaran diri untuk memahami apa yang Tuhan berikan,”ucapnya.

Selain itu, walaupun peristiwa Natal ditengah situasi pandemi Covid-19, manusia sebagai mahluk ciptaan Allah tidak perlu gentar sebab Natal membawa kepastian hidup, roh kebenarian dan harapam baru, seperti yang dialami Maria. Dirinya berharap melalui perayaan Natal ini seluruh warga Haria bisa saling memaafkan, berdamai, menopang, bersama-sama melangkah dalam sukacita.

Ditempat yang sama, Ketua Majelis Jemaat GPM Haria, Pdt. Stenly Takaria menekankan kerendahan hati harus benar-benar menjadi aspek ke-Kristen-an, untuk terus bersama-sama dalam menjaga perdamaian Pusaka.

Hal serupa juga disampaikan Herman Hattu, Natal yang dirayakan warga Haria di Ambon dan Sekitarnya merupakan momentum untuk menjaga dan memperat hubungan orang basudara. “Ini untuk masyarakat Haria di Ambon dan sekitarnya, karena sebagai orang Haria mensyukuri melalui perayaan Natal ini,” cetusnya. (S-50)