AMBON, Siwalimanews – Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemkot Ambon, Apries Gaspersz mengaku, predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun 2019 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merupakan pintu masuk untuk Pemkot Ambon memperoleh Dana Insentif Daerah (DID) dari Kementerian Keuangan.

“Ada 21 indikator yang akan dinilai, 1 indikator itu DIDnya sebesar Rp 10 miliar. Jadi misalnya kita bisa capai dua atau tiga indikator saja berarti pemkot bisa dapat DID sebesar Rp 30 miliar. WTP bukan indikator, ini hanya tiket sebagai pintu masuk bertanding,” ungkap Gaspersz kepada Siwalimanews di Balai Kota, Selasa (14/7).

Ia mencontohkan, pada tahun 2019 kemarin Pemkot Ambon memperoleh Rp 40 miliar dari DID karena memperoleh 4 indikator berdasarkan penilaian dari pemerintah pusat.

Empat indikator yang diperoleh tahun kemarin masing-masing, kemandirian daerah, inovasi daerah, pendidikan dan mandatory spending atau pengelolaan keuangan sesuai regulasi dari pemerintah pusat. Ini sesuai penilaian pemerintah pusat dengan prestasi yang dicapai pemkot.

Ia berharap, 4 indikator ini juga akan membawa pemkot untuk kembali memperoleh DID dari kementerian keuangan.

Baca Juga: Kerugian Materil Akibat Kebakaran Kopertis Ratusan Juta

Untuk diketahui, Pemkot Ambon kembali meraih opini WTP dari BPK RI atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun 2019 oleh BPK RI.

Penyerahan WTP bagi Pemkot Ambon dilakukan secara virtual, oleh Kepala BPK Perwakilan Maluku Muhamad Abidin dari Kantor BPK sementara di Lantai II Balai Kota dihadiri oleh Walikota dan Wakil Walikota Ambon Ricahrd Louhenapessy, Syarif Hadler, Sekkot Ambon AG Latuheru, Ketua DPRD Kota Ambon Ely Toisuta, serta para pempinan OPD di lingkup Pemkot Ambon, Senin (13/7).

Walikota Ambon Richard Louhenapessy usai penyerahan itu, kepada wartawan mengatakan, Pemkot Ambon hingga saat ini telah mendapat tiga kali penilaian WTP dari BPK Perwakilan Maluku yang merupakan penghargaan tertinggi untuk proses akuntabilitas pengelolaan keuangan.

Dengan adanya pencapaian ini bisa menjadi penyemangat bagi pemkot untuk terus melakukan peningkatan terhadap akuntabilitas keuangan.

“Atas nama pribadi saya sampaikan terima kasih bukan saja kepada para ASN, tapi seluruh warga Kota Ambon yang selalu memberikan topangan bagi pemerintah baik itu kritikan dan masukan terhadap kinerja pemkot, secara positif dan bertanggung jawab,” ucapnya.

Pada prinsipnya kata walikota, penilaian WTP atas laporan pengelolaan keuangan daerah wajib untuk diperjuangkan.

“Saya harap hasil yang dicapai ini tidak usah dijadikan euforia yang berlebihan sebagai sesuatu yang menakjubkan. Prinsipnya dalam pengelolan keuangan suatu daerah harus berusaha mencapai WTP,” tutupnya.(Mg-5)