AMBON, Siwalimanews – Wakil Wali Kota Ambon, Syarief Hadler mengaku, wabah Covid-19 yang saat ini masih melanda Maluku dan Kota Ambon khususnya selain mempengaruhi aspek kesehatan, juga sangat berpengaruh pada aspek ekonomi.

Pasalnya, roda perekonomian di kota ini semakin menurun. Walaupun demikian, Pemkot Ambon terus berupaya memperhatikan masyarakat lewat jaring pengaman sosial berupa sembako maupun bantuan tunai lainnya.

“Hingga kini lebih dari 2/3 jumlah penduduk atau sekitar 50 ribu jiwa yang dibantu oleh pemkot. Namun masih saja masyarakat tidak mematuhi anjuran pemerintah,” tandas wawali dalam pelatihan dasar pencegahan dan pengendalian covid-19, yang digelar Dinkes Kota Ambon bekerjasama dengan SSVA Belanda secara virtual.

Berpengaruhnya aspek ekonimi akibat pandemi ini, bukan saja dirasakan di Maluku dan Indonesia saja, namun seluruh dunia merasakan hal yang sama.

“Pemkot telah berupaya untuk melakukan sosialisasi, eduksi serta meyakinkan masyarakat, bahwa covid bukanlah rekayasa, bukanlah ajang bisnis, namun virus ini dapat mengancam siapa saja tanpa mengenal usia, jenis kelamin, pekerjaan dan status sosial.

Baca Juga: Satu ASN & Dosen Unpatti Terpapar Corona

Ia berharap dengan pelatihan yang diberikan oleh para pakar kedokteran dapat membantu para tenaga medis untuk mensosialisasikan hal ini, baik terhadap keluarga lingkungan, maupun masyarakat umum. (Mg-5)