CLOSE AD

Warga Perlu Paham Status Seseorang dalam Covid-19

AMBON, Siwalimanews – Camat, lurah, kepala desa dan RT diminta untuk mensosialisasikan status seorang dalam pencegahan dan penanganan Covid-19, sehingga masyarakat paham.

Penolakan warga terhadap seorang pelaku perjalanan (PP) di Kayu Tiga, Desa Soya, Kecamatan Sirimau untuk dilakukan karantina mandiri di SDN 94 Ambon akibat masyarakat tidak paham.

“Diharapkan untuk sosialisasikan kepada masyarakat apa itu Orang Dalam Pantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Tanpa Gejala (OTG), Pelaku Perjalanan (PP),” kata Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kkota Ambon, Syarif Hadler kepada Siwalima, Selasa (7/4).

Halder mengatakan, minimnya pemaham masyarakat mengenai kategori dalam penanganan Covid-19 mengakibatkan kejadian seperti di Kayu Tiga terjadi.

“Masyarakat Kayu Tiga dapat menjadi seperti itu, karena kurang adanya pemahaman mengenai kategori-kategori ini, sehingga memang benar saja apabila terjadi kericuhan seperti itu,” ujar Hadler.

Hadler menegaskan, banyak berpikir orang yang diisolasi adalah orang yang positif corona. Pemahaman masyarakat masih terlalu minim, sehingga lurah, camat, kepala desa dan RT harus bisa membantu pemerintah daerah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Yang kita isolasi sekarang ini itu kan sebetulnya pelaku perjalanan, cuman karena sesuai dengan prosedur mereka harus karantina mandari atau isolasi mandiri selama 14 hari, ya kita lakukan itu. Nah, masyarakat belum memahami bahwa seolah-olah sudah dikarantina itu lalu kemudian yang bersangkutan sudah terindikasi, masyarakat harus memahami dan kita harus punya satu bahasa dan pemahaman untuk menjelaskan kepada masyarakat,” tandas Hadler.

Hadler menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada, dan tetap tinggal di rumah. Apabila ada kepentingan yang mendesak baru boleh keluar, serta harus menggunakan masker.

“Harus tetap waspada dengan penyebaran virus ini, tetap tinggal di rumah, keluar hanya untuk keperluan mendesak saja, kalau memang keluar harus menggunakan masker,” himbaunya. (Mg-6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *