Warga Kesal Blangko KK, KTP dan Akta Habis

PIRU, Siwalimanews – Lantaran kehabisan blangko Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Akta Kelahiran di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Diskucapil) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sehingga memberikan pelayanan tidak maksimal dan membuat puluhan warga kesal.

Kesalnya warga disebabkan karena pada saat mendatangi Kantor Disdukcapil Kabupaten SBB untuk pengurusan KK, KTP dan akta kelahiran ternyata para pegawai Disdukcapil melaporkan kepada warga jika ketiga blangko tersebut habis.

“Karena pengakuan para pegawai Disdukcapil itulah, membuat para warga kesal. Padahal kami datang jauh-jauh hanya untuk melakukan pengurusan KK, KTP dan akta kelahiran, tapi herannya Disdukcapil mengaku blangko habis sejak empat bulan terakhir ini, kami sangat kesal,” ungkap salah satu warga Manipa, La Hadia, kepada Siwalima, di Kantor Disdukcapil Kabupaten SBB, Jumat (27/9).

Dikatakan, selaku warga sangat menyayangkan hal tersebut, sebab rentang kendali dan biaya yang tinggi untuk perongkosan ke Kota Piru untuk mendapatkan KK. KTP dan akta kelahiran dapat menghabiskan biaya Rp. 300.000 hingga Rp. 500.000 namun tidak membuah­kan hasil apa-apa.

“Seharusnya pemerintah daerah dalam hal ini Disdukcapil harus tahu kondisi wilayah, karena  warga yang datang ke Kota Piru tinggal di wilayah cukup jauh seperti, Pulau Manipa, Pulau Kelang, Elpaputih, Taniwel Timur dan wilayah lainnya yang relah mengahabiskan biaya yang besar Rp. 300.000 hingga Rp. 500.000 hanya untuk pengurusan KK, KTP, dan akta,  sehingga mestinya Disdukcapil harusya mempersiapkan blangko yang lebih banyak lagi sehingga tidak habis pada saat pengurusan,” pintanya dengan nada kesal.

Selaku masyarakat di Bumi Saka Mese  Nusa, kata dia, untuk mendapatkan KK, KTP dan akta kelahiran sangat terhambat dikarenakan kurung waktu empat bulan ini blangko belum juga ada sehingga warga belum bisa memperolehnya.

“Kami berharap, pemerintah daerah khususnya Disdukcapil SBB harus segera menangani permasalahan ini secepatnya, sehingga masyarakat dapat memperoleh KK, KTP dan akta kelahiran itu demi melancarkan aktivitas masyarakat yang membutuhkannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Sbb, J . Ahyate, yang dikonfirmasi Siwalima, Sabtu (28/9), tidak berada di kantor. Dikonfirmasi melalui telepon selulernya juga tidak aktif.  (S-48)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *