NAMLEA, Siwalimanews – Warga Kabupaten Buru, tetap diberi keleluasaan untuk beraktifitas di luar rumah asalkan selalu pakai masker, cuci tangan dan sosial distancing.

Hal itu ditegaskan Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi, saat secara simbolis menyerahkan paket bantuan dari Kantor Kementrian Pariwisata kepada para pekerja pariwisata yang terdampak imbas panfemik C-19, bertempat di depan Aula Kantor Bupati, Jumat (3/6).

Di waktu yang bersamaan, Bupati secara simbolis juga menyerahkan bantuan paket sembako dari Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Buru kepada masyarakat terdampak.

Hadir dan kegiatan itu dan ikut membagikan bantuan kepada yang berhak, Sekda Buru, Ilyas Bin Hamid, para Asisten dan staf ahli. Sejumlah pimpinan OPD.

“Cuci tangan dan pakai masker itu penting untuk kita menghindati diri, melindungi diri dan keluarga juga orang lain dari C-19,”tegas bupati di hadapan warga penerima bantuan.

Baca Juga: 12.182 Warga Ambon akan Peroleh Sembako Tahap III

Kepatuhan warganya yang selalu menerapkan protokol kesehatan saat berada di luar rumah, telah berdampak positif bila dibanfingkan dengan yanh terjadi di Kota Ambon.

“Disini aktivitas di luar lebih ramai dari Kota Ambon. Namun ditempat umum, selalu ketat menerapkan protokol kesehatan. Tidak seperti di Ambon sehingga disini kasusnya sedikit bila dibanding dengan Ambon, “ ungkap Ramly.

Ditegaskan, kalau membatasi gerakan orang keluar rumah juga terlalu berlebihan, juga kurang baik. Warga butuh penghidupan.

Oleh karena itu, penanganan covid tetap penting, tapi masyarakat tetap diberi kelonggaran beraktivitas di luar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kalau sampai saat ini kita berada dalam satu situasi yang belum diketahui kapan berakhir. Tetapi berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah menunjukan indikasi ke arah lebih baik. Artinya sekalipun masih ada penyebaran C-19, tapi masyarakat di daerahnya diberi keleluasaan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan,” jelasnya.

Kata dia, di berbagai daerah masyarakat masih dihantui dengan perasaan takut, sehingga ditutuplah semua akses dan aktivitas masyarakat.

Di beberapa kabupaten di Maluku, masyarakat tertutup aksesnya dari daerah lain, termasuk propinsi maupun antar kabupaten. Ini tentunya berdampak masif terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Langkah yang dilakukan Pemkab dan Satgas Covid Kabupaten Buru, terus mening­katkan kewaspadaan, melaksa­nakan kegiatan sesuai rencana yang telah dibuat dan mengikuti protokol kesehatan, maka penye­-baran C-19 juga tidak terlalu mengkhawatirkan. “Ini perlu kita apresiasi terhadap satgas kabupaten,” tandas Ramly.

Ia juga menjelaskan, bahwa akses dengan Ambon masih terbuka, bahkan Namlea menjadi pintu masuk orang ke Kabupaten Bursel dan Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Namun orang yang terpapar juga kecil. Yang terpapar rata-rata pelaku perjalanan.

Menyentil soal angka C-19 di Kabupaten Buru, bertambah lagi 11 orang yang sembuh, sehingga tersisa 12 orang yang masih positif C-19. “Mereka ini juga dalam proses penyembuhan,” ucap Ramly. (S-31)