AMBON, Siwalimanes Walikota Ambon Richard Louhe­napessy memastikan, tahun ini lokalisasi tanjung Batu Merah ditutup. Tim penertiban sementara mempersiap­kan tahapan-tahapan so­sialiasi dan masalah teknis lainnya.

“Tim sementara menyusun time schedule dan action plan untuk rencana penertiban dan penutupan lokalisasi tersebut. Kami perkirakan, setelah selesai HUT Kota Ambon, kita akan mulai action. Akan kita mulai dengan kegiatan sosialisasi,’’ kata walikota kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Jumat (6/9).

Semua masalah dan dampak terkait dengan penutupan lokalisasi, kata walikota, sudah diinventaris.

‘’Kita sudah inventarisasi semua masalah, tapi memang ada beberapa kendala yang kita temui. Diantaranya soal KTP dan penghuni non loka­lisasi. Nah, kalau yang tidak miliki KTP akan kita pulangkan ke mana?. Makanya nanti akan kita cari solusi terbaik agar masalah ini terselesaikan secara paripurna,’’ ujarnya.

Gelar Rapat

Baca Juga: “Kalau tak Terealisasi, Kita Marah Lagi”

Sebelumnya, Pemkot Ambon meng­gelar rapat koordinasi, mem­bentuk tim penutupan lokalisasi Tanjung Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.  Rakor berlang­sung di ruangan Se­kretaris Kota Ambon, AG Latu­heru, Kamis (11/7) dihadiri tokoh agama, tokoh masya­rakat,TNI/Polri, dinas terkait dan Pemerintah Negeri Desa Batu Merah.

Latuheru kepada wartawan usai rakor tersebut mengatakan, rakor yang dilaksanakan untuk membi­carakan penutupan tanjung Batu Merah.

“Jadi pertemuan itu dimak­sudkan untuk persiapan pembentukan tim khusus.  Tim ini nanti melakukan penanganan dari awal sampai akhir penutupan,” jelasnya. (S-40)