AMBON, Siwalimanews – Aktivitas warga di Pasar Benteng Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon dan Pasar Transit Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon memprihatinkan. Wajib masker yang diberlakukan Pemkot Ambon rupanya tidak ditemukan di dua tempat ini.

Baik pedagang maupun pengunjung pasar banyak ditemukan tak menggunakan masker, padahal untuk melindungi diri dari bahaya virus mematikan itu, masker perlu dipakai.

Sejumlah pedagang yang ditemui Siwalima mengaku enggan menggunakan masker dengan alasan menghalangi komunikasi dengan pembeli. Sedangkan pengunjung lainnya mengaku buru-buru ke pasar, sehingga lupa membawanya.

“Tadi beta lupa pake masker barang beta capat-capat ka Pasar makanya beta lupa,” ungkap ibu Ema (36) dengan dialog Ambon yang kental kepada Siwalima di Pasar Benteng Sabtu (16/5).

Sedangkan ibu Mien pedagang di pasar tersebut mengaku tidak menggunakan masker saat berjualan karena sibuk menyiapkan barang dagangan, disamping menggunakan masker menghalangi komunikasi dirinya dengan pembeli.

“Beta kalau pake masker seng bisa berbicara dengan baik. Kadang pengunjung tanya katong jawab dong tinggalkan katong jualan,” ungkap Ibu Mien.

Sedangkan Tuti, pedagang pakaian di Pasar Transit Passo mengaku tidak nyaman ketika mengenakan masker sehingga diabaikan begitu saja. “Beta memang tahu untuk bajual harus  pake masker. Tapi rasa seng nyaman kalau pake akang seha­-rian. Jadi kadang beta buka setelah itu pakai lagi,” ungkapnya.

Ketidaksadaran warga tentang penggunaan masker juga berbarengan dengan jarak yang harus di jaga. Himbauan jaga jarak juga tidak dihiraukan. Masih saja pengunjung dan pembeli berkelompok sambil berkomunikasi.

Hal itu tentunya sangat memprihatinkan, lantaran virus corona kini semakin menggila di Kota Ambon. Ibu Lien penjual ikan segar di Pasar Transit memang tertib menjaga jarak dan menggunakan masker.

Sebagai pedagang ikan, Lien yakin betul wabah virus corona sangat mengancam jiwanya. Olehnya itu, masker dan jaga jarak saat beraktivitas menjual ikan penting ia lakukan.

“Beta takut terjangkit virus itu, sehingga beta jual jauh dari teman yang lain. Pembeli juga beta suruh bikin jarak,” ungkap ibu Lien.

Ia menghimbau kepada Dispe­-rindag supaya kerap turun ke lapangan memberikan himbauan kepada penghuni pasar dan pengunjung guna menggunakan masker dan jaga jarak.

“Bapak-bapak dari Disperindag itu harus rajin turun ke pasar. Wabah Covid-19 ini sudah semakin meningkat di Kota Ambon. Pasar saja orang banyak tidak gunakan masker dan berkelompok tanpa jaga jarak. Ini kan mengancam jiwa manusia, apalagi virus corona sudah mewabah di Ambon. Pasar sangat rawan sehingga Disperindag harus turun tinjau juga di pasar,” harap ibu Lien. (Mg-5)