AMBON, Siwalimanews – Proses pembelajaran tatap muka masih be­lum terlaksana di Kota Ambon, lan­taran syarat utama harus memenuhi 80 persen siswa dan tenaga pendi­dik sudah divaksi­nasi. Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, John F Sanders mengungkapkan, belajar tatap muka diperkirakan akan terlaksana akhir 2021 ini.

“Akhir tahun belajar tatap muka sudah bisa jalan. Kalau misalnya dalam waktu dekat juga bisa terlaksana itu karena sekolah telah memenuhi syarat vaksin 80 persen. Jadi tergantung kesiapan sekolah,” ujar Sanders kepada wartawan, Sabtu (9/10) di Balai Kota Ambon.

Dikatakan, belajar tatap muka ber­gantung pada kesiapan seko­lah. Indikator utama dalam melak­sanakan proses belajar tatap muka adalah sekolah telah mele­wati target vaksinasi yakni 80 persen, serta kesiapan sarana dan prasarana.

“Harus memenuhi standar 80 persen baik tenaga pendidik dalam hal ini guru dan siswa.  Selanjutnya dinas akan membuat rekapitulasi dan mengecek sarana dan pra­sarana, tim gugus akan ke sekolah melihat kesiapan kemudian me­laporkan ke pak walikota untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Disinggung terkait sudah ada sekolah yang melaporkan kesia­pannya ke dinas, Sanders mem­beberkan dari sekian banyak se­kolah di Ambon, baru satu sekolah yang melaporkan secara lisan kesiapannya.

Baca Juga: Masyarakat Haruku dan Sameth “Serbu” Vaksinasi Polda Maluku

“Ada laporan lisan yakni SMPN 2 Ambon, dimana kesiapan sekolah itu kurang lebih mencapai 90 per­sen. Tapi secara resmi itu belum,” ungkap Sanders.

Ia menegaskan, belajar tatap muka di Kota Ambon akan dise­suaikan dengan kesiapan sekolah dan bukan berdasarkan indikator lainnya. “Untuk prosesnya me­mang belum karena ini berdasarkan ke­tersiapan sekolah untuk menye­lenggarakan,” pungkas Sanders.

Untuk diketahui, prosedur pelak­sanaan pembelajaran tatap muka harus melewati beberapa penta­hapan yakni terlaksana vaksinasi kepada 80 persen sumber daya manusia yang berada di sekolah.

Sarana-prasarana seperti toilet, ketersediaan handsanitizer, was­tafel mencuci tangan dan satgas sekolah yang bertindak untuk me­ngecek serta mengawasi pelak­sanaan belajar mengajar dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Belajar Tatap Muka

Sebelumnya pemerintah me­ngatakan belajar tatap muka untuk tingkat SMP di Kota Ambon di­berlakukan sejak 5 hingga 18 Oktober mendatang. Pember­la­kuan ini tentu berdasarkan Pera­turan Walikota (Perwali) Nomor 11 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 2 (dua) serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat RT/RW, desa/negeri dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19.

Dalam aturan terbaru diatur pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yakni untuk tingkat SMP se-derajat, yang sudah divaksin minimal 80 persen bagi guru maupun siswa dapat melaksa­nakan pembelajaran tatap muka dengan kapasitas 50 persen dan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

“Sedangkan untuk tingkat SD se-derajat, kegiatan belajar masih dilakukan secara daring,”kata Walikota Ambon, Richard Louhe­napessy, dalam rilis yang diterima Siwalima, Rabu (6/10).

Selain pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, aturan lainnya dalam Intsruksi Walikota terbaru masih sama dengan Instruksi Walikota sebelumnya. Misalnya kegiatan di area SPBU, perbeng­kelan, salon kecantikan, laundry, pedagang kaki lima, usaha kios dan usaha kecil diizinkan buka hingga pukul 21.00 WIT.

Kegiatan makan/minum di tempat umum, yakni warung makan, restaurant, rumah makan, kafe, rumah kopi dan lapak jajanan baik di lokasi tersendiri maupun di pusat perbelanjaan diizinkan beroperasi, baik makan di tempat maupun pesan antar (takeaway) hingga pukul 22. 00 WIT. Serta kuliner malam, dengan jam operasional mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIT.

Selanjutnya untuk pelaksanaan kegiatan pada mall/pusat perbelan­jaan, pusat perdagangan, supermarket, toko modern, swalayan, Indo­maret dan Alfamidi diizinkan buka hingga pukul 22.00 WIT dengan pembatasan pengunjung 50 persen dan diwajibkan menggunakan apli­kasi PeduliLindungi untuk screening.

Sementara untuk pasar tradi­sional serta pertokoan dan jenis usaha lainnya, diizinkan buka hingga pukul 21.00 WIT. Untuk tempat hiburan malam dan karaoke, diizin­kan buka dari pukul 15.00 WIT sampai 01.00 WIT, dengan pemba­tasan pengunjung 25 persen dari kapasitas, sementara arena bermain anak dan bioskop diizinkan buka sesuai jam operasional Mall yakni hingga 22.00 WIT dengan pembatasan pengunjung 50 persen.

“Aturan untuk pelaksanaan kegiatan beribadah, kegiatan seni, budaya dan olahraga serta hajatan masyarakat masih sama dengan Instruksi Walikota Nomor 10,” pungkasnya. (S-52)