DOBO, Siwalimanews – Vaksinasi massal yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru bagi ASN dan tenaga honorer melanggar protokol kesehatan.

Betapa tidak vaksinasi yang digelar di lapangan upacara kantor Bupati Aru ternyata menimbulkan kerumunan orang dalam jumlah banyak.

Pantauan Siwalima di lokasi vaksinasi terlihat begitu antusiasnya ASN maupun tenaga honorer yang antri untuk di vaksin.

Namun, sangat disayangkan akibat antusias ASN dan tenaga honorer tersebut menimbulkan kerumunan yang panjang.

Kondisi ini pun sama sekali tidak di perhatikan oleh petugas satgas Penanganan Covid-19 Aru. Bahkan satuan polisi pamong praja tidak terlihat di lokasi tersebut.

Baca Juga: Anggaran ada,  Jalan Gadihu tak Kunjung Diperbaiki

Petugas yang terlihat hanyalah beberapa petugas dari Koramil 1503-03 Dobo dan anggota Brimob Kompi II Yon C Aru.

Terkait kondisi tersebut, Pll Kepala Dinas Kesehatan Aru Wati Gunawan mengaku tidak tahu, karena satgas harus tahu tupoksinya.

“Tidak tahu, karena satgas harusnya tahu tupoksi mereka, karena sesama OPD yang masuk dalam satgas tahu tanggungjawabnya,” jelas Gunawan.

Dirinnya mengaku vaksinasi yang digelar bagi ASN dan tenaga honorer berlangsung selama dua hari ke depan.

“Vaksinasi ini ditujukan bagi ASN maupun honorer yang belum menjalani vaksinasi, baik tahap pertama maupun kedua bagi ASN atau tenaga honorer,” jelasnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, sejumlah ASN maupun honorer mengaku takut untuk divaksin, namun tidak bisa berbuat banyak, karena kalau tidak vaksin, maka tidak dibayarkan gaji/ditahan.

“Mau dan tidak mau kita harus jalani vaksin, karena tidak maka tidak bisa juga terima gaji, keluarga yang korban mau makan apa,” ujar salah satu ASN kepada Siwalima yang namanya enggan di korankan. (S-25)